- Tembaga turun 0,1% ke USD12.941 setelah sempat capai level tertinggi 1 minggu.
- Ketidakpastian dipicu pembatalan tarif Trump oleh MA dan kenaikan tarif sementara 15% atas impor AS.
- Stok tembaga LME naik ke 235.150 ton; logam lain: nikel +1,3%, timah +1,2%, aluminium & timbal turun tipis.
Ipotnews - Harga tembaga berjangka London melorot, Senin, setelah di awal sesi menyentuh level tertinggi lebih dari satu minggu. Ketidakpastian pasar dipicu keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sejumlah tarif Presiden Donald Trump, diimbangi pengumuman mengenai kenaikan tarif sementara 15% atas seluruh impor AS.
Kontrak acuan tembaga di London Metal Exchange turun 0,1% menjadi USD12.941,50 per metrik ton pukul 15.05 WIB, setelah sebelumnya mencapai USD13.050 per metrik ton, level tertinggi lebih dari satu minggu, seiring melemahnya dolar, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Senin (23/2).
Perdagangan di Shanghai Futures Exchange masih ditutup untuk libur Tahun Baru Imlek dan dijadwalkan kembali dibuka pada 24 Februari.
"Karena ketidakpastian tarif dan volume perdagangan yang tipis, logam dasar seperti tembaga mengalami tekanan," kata Jigar Trivedi, analis IndusInd Securities.
Keputusan Mahkamah Agung AS pekan lalu membatalkan sebagian besar rencana tarif Trump, namun Presiden kemudian mengumumkan akan menaikkan tarif sementara dari 10% menjadi 15% atas semua impor AS.
"Tarif untuk tembaga dan aluminium tidak terpengaruh oleh pembatalan tarif berdasarkan IEEPA. Namun masih ada pertanyaan besar mengenai perdagangan internasional ke depan, termasuk apakah kesepakatan perdagangan yang ada akan terkena tarif global baru 15%," kata Tim Waterer, Kepala Analis KCM Trade.
Stok tembaga di gudang yang disetujui LME meningkat 9.575 ton menjadi 235.150 ton pada Jumat lalu, level tertinggi sejak Maret 2025.
Logam dasar lainnya, aluminium turun 0,1% menjadi USD3.100 per ton, timbal (lead) melemah 0,1% ke USD1.963, seng (zinc) berkurang 0,2% jadi USD3.376, nikel melonjak 1,3% ke posisi USD17.580 per ton, dan timah melesat 1,2% menjadi USD46.930 per ton. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发