Rupiah Berakhir Bertenaga ke Rp16.802 per USD usai Kemenkeu Rilis Defisit APBN

avatar
· 阅读量 1,656
Rupiah Berakhir Bertenaga ke Rp16.802 per USD usai Kemenkeu Rilis Defisit APBN
Rupiah Berakhir Bertenaga ke Rp16.802 per USD usai Kemenkeu Rilis Defisit APBN. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (23/2/2026), naik 86 poin atau sekitar 0,51 persen ke level Rp16.802 per USD.

Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini salah satunya didorong sentimen eksternal yaitu pasar terus mengamati putaran ketiga pembicaraan nuklir antara AS dan Iran dengan harapan bahwa ketegangan dapat mereda.

Baca Juga:
Rupiah Berakhir Bertenaga ke Rp16.802 per USD usai Kemenkeu Rilis Defisit APBN Rupiah Sepekan Turun 0,30 Persen Dibayangi Sinyal Suku Bunga The Fed hingga Tarif AS

"Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa ada peluang bagus untuk mencapai solusi diplomatik dan bahwa solusi tersebut berada dalam jangkauan mereka, komentar yang ditafsirkan pasar sebagai sinyal kesediaan untuk berkompromi," ujarnya dalam risetnya, Senin (23/2/2026).

Kemudian, Presiden AS Donald Trump mengatakan akhir pekan lalu bahwa akan mengenakan tarif 10 persen pada impor global selama 150 hari berdasarkan Pasal 122 undang-undang perdagangan AS, setelah Mahkamah Agung AS membatalkan rezim tarif sebelumnya yang lebih luas.

Baca Juga:
Rupiah Berakhir Bertenaga ke Rp16.802 per USD usai Kemenkeu Rilis Defisit APBN BI Benarkan Rupiah Sudah Undervalued, Optimistis Bakal Balik Arah
Halaman : 1 2 3

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest