UBS Prediksi Harga Minyak Turun, Kecuali Ada Eskalasi Konflik Timur Tengah

avatar
· 阅读量 1,603
  • UBS prediksi harga minyak turun ke USD60-70, asalkan tensi Timur Tengah tidak meningkat.
  • Ketegangan AS-Iran dorong harga minyak mendekati level tertinggi sejak Juli.
  • UBS proyeksikan harga Brent USD67 per barel pada Maret 2027, diskon WTI-Brent melebar jadi USD4.

Ipotnews - UBS memperkirakan penurunan moderat harga minyak dalam beberapa minggu mendatang, asalkan tidak ada eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang dapat mengganggu pasokan.
"Dengan meredanya premi risiko secara bertahap dan pelonggaran gangguan pasokan yang menghasilkan pasar yang dipasok lebih baik, harga Brent diprediksi kembali ke kisaran USD60 hingga USD70 per barel," kata bank investasi tersebut dalam sebuah catatan, seperti dilansir  Reuters,  di Bengaluru, Selasa (24/2).
Minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan mendekati level tertinggi sejak 31 Juli, siang ini, sementara kontrak berjangka WTI juga berada di level terkuatnya sejak 1 Agustus.
Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan akan mengadakan putaran ketiga pembicaraan nuklir di Jenewa, Kamis, seperti diumumkan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, pada Minggu.
Amerika menginginkan Iran untuk menghentikan program nuklirnya, namun Teheran tetap bersikeras menolak dan membantah bahwa mereka sedang berusaha mengembangkan senjata nuklir.
Risiko tindakan militer Amerika terhadap Iran yang dapat mengganggu aliran minyak melalui kawasan ini memberikan dorongan pada harga dalam beberapa minggu terakhir.
UBS juga menetapkan proyeksi harga Brent pada akhir Maret 2027 sebesar USD67 per barel dan memperlebar diskon WTI-Brent yang diasumsikan menjadi USD4 per barel dari sebelumnya USD3. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest