Tingkat pengangguran terbuka di Maluku Utara menunjukkan penurunan sebesar 0,11%. Jika pada tahun 2024 tingkat pengangguran terbuka mencapai 4,55% dari total angkatan kerja, tahun 2025 turun menjadi 4,44% dari total angkatan kerja.
Meski begitu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Malut Simon Sapary menyebutkan 63,72% masih bekerja di sektor informal, dan baru 25,23% yang terserap ke sektor industri pengolahan (pengolahan bijih nikel ada di dalamnya).
Hal ini mengindikasikan adanya skill gap sehingga masyarakat Malut belum terserap optimal ke dalam sektor formal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekitar 36 dari 100 penduduk bekerja adalah pekerja formal," ujar Simon, dikutip dari kanal resmi Youtube BPS Maluku Utara, Senin (23/2/2026).
Foto: Harita Nickel |
Melihat kondisi tersebut, Harita Nickel menggelar program Peningkatan Keahlian dan Keterampilan (PELITA). PELITA merupakan program untuk meningkatkan keterampilan kerja masyarakat Pulau Obi, Malut sehingga bisa terserap ke industri pertambangan dan pengolahan nikel.
"Inisiatif vokasi PELITA adalah wujud nyata keberpihakan perusahaan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Ini strategi kami agar masyarakat dapat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri, dengan kompetensi yang teruji," ujar Community Development Manager Harita Nickel Broto Suwarso.
Tahun ini, program Pelita sudah memasuki batch ke-IV. Dalam kesempatan ini, sebanyak 40 pemuda Pulau Obi mendapatkan pelatihan operator overhead crane.
Program ini akan berlangsung selama tiga bulan dengan memadukan pembinaan keterampilan, pembinaan fisik, dan pembinaan kedisiplinan sehingga para peserta dapat lulus dengan etos kerja industri yang kuat.
Tidak berhenti di sana, para peserta juga akan menjalani sertifikasi keahlian sehingga keahliannya juga mendapat legitimasi dapat digunakan di perusahaan atau industri lainnya.
"Target kami, agar pemuda lokal memiliki karier lebih baik. Terbukti, sebagian besar lulusan PELITA angkatan sebelumnya terserap di perusahaan," kata Broto.
Foto: Harita Nickel |
Program ini disambut baik para peserta, salah satunya La Rehan. Bergabung di angkatan IV, Rehan sebelumnya bekerja sebagai tenaga harian lepas dan mengikuti seleksi untuk mendapatkan kesempatan belajar keterampilan baru.
"Saya sangat senang bisa terpilih. Program ini memberikan kesempatan kami yang minim pengalaman memiliki keterampilan industri," ungkap Rehan.
"Saya berharap ini menjadi batu loncatan karier saya ke depan," sambungnya.
Program PELITA telah berjalan dalam beberapa angkatan. Angkatan pertama mencetak 14 operator Wheel Loader, disusul angkatan kedua dengan 28 operator Overhead Crane yang kini bekerja di fasilitas pemrosesan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF).
Sementara itu, angkatan ketiga yang memfokuskan pada keahlian Bahasa Mandarin telah meluluskan 22 peserta yang kini akan memasuki tahap pemagangan.
Program PELITA merupakan upaya Harita Nickel dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif di Pulau Obi. Melalui penguatan kompetensi lokal, perusahaan tidak hanya mendukung pemberdayaan masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi operasional yang aman, adaptif, dan berorientasi jangka panjang.
Luar Biasa! Harita Nickel Sulap Limbah Jadi Solusi Restorasi Laut!
Luar Biasa! Harita Nickel Sulap Limbah Jadi Solusi Restorasi Laut!
(anl/anl)
作者:Hana Nushratu Uzma -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。



暂无评论,立马抢沙发