Danantara Ungkap Dua Opsi Penggabungan Garuda-Pelita Air

avatar
· 阅读量 1,995
Danantara Ungkap Dua Opsi Penggabungan Garuda-Pelita Air
Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara Rohan Hafas/Foto: Herdi Alif Al Hikam
Jakarta

BPI Danantara buka-bukaan soal rencana penggabungan maskapai pelat merah. Rencananya maskapai macam Garuda Indonesia, Citilink, hingga Pelita Air akan digabung menjadi satu.

Menurut Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara Rohan Hafas, pihaknya masih mencari opsi yang tepat untuk urusan penggabungan maskapai penerbangan pelat merah. Tujuan utamanya sendiri adalah efisiensi operasi antar maskapai pelat merah.

Pihaknya punya dua opsi yang dipertimbangkan, pertama adalah penggabungan tiga maskapai menjadi satu maskapai. Kedua, opsi aliansi operasional dalam satu kesatuan usaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi keputusannya itu keluar hasil akhirnya itu bagaimana efisiensinya di mana. Opsi yang mana yang lebih efisien. Menggabungkan menjadi satu PT, atau aliansi coworking lah ya, apa namanya, satu kolega aja, kolaborasi aja, PT-nya sendiri-sendiri masih bisa, tapi booking ordernya satu, maintenancenya satu, ground handlingnya satu, termasuk crewnya mungkin satu," papar Rohan di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: Garuda Mau Borong 50 Pesawat Boeing, Duitnya dari Mana?

ADVERTISEMENT

Ada rencana yang menyebutkan bila menjadi satu perusahaan, Garuda bakal jadi induk bagi Pelita Air dan Citilink. Namun Rohan masih enggan mengkonfirmasi apakah opsi semacam ini yang mau diambil.

Yang jelas, sejauh ini Garuda dan Citilink sudah berada dalam satu grup di mana Garuda induknya dan Citilink anak usahanya. Sementara itu, Pelita Air masih merupakan lini usaha dalam grup Pertamina, rencananya Pelita akan dilepas Pertamina untuk menjadi entitas sendiri.

Menurut Rohan, tujuan penggabungan adalah optimalisasi operasional 3 maskapai dalam satu kesatuan. Hal ini dapat menberikan tambahan pendapatan tanpa perlu menambah pesawat.

Sebagai contoh saja, apabila dalam satu rute terdapat layanan dari Garuda, Citilink, dan Pelita Air, ada baiknya layanan itu digabung menjadi satu. Kode booking tiketnya pun digabung menjadi satu. Hal ini membuat operasional maskapai BUMN jadi lebih terkonsentrasi dsn memiliki pangsa pasar yang besar.

"Karena itu sangat crucial untuk mendapatkan extra income tanpa menambah pesawat," papar Rohan.

Sebelumnya, Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria sempat mengungkapkan penggabungan industri maskapai akan rampung pada kuartal I tahun ini.

Dony memaparkan, proses penggabungan antara Pelita Air yang merupakan anak usaha Pertamina dan Garuda Indonesia akan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Kala itu dia bilang Garuda akan menjadi induk, sementara di bawahnya ada Citilink dan Pelita Air.

"Makanya kan saya selalu bilang kan, kita harus pisahkan antara problem dengan konsep, setiap bisnis itu dia harus menyatu di dalam satu ekosistem airlines kita kan," ungkap Dony usai acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026) yang lalu.

"(Penggabungan) Garuda di kuartal I," tambahnya menekankan.

(acd/acd)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest