Produsen mobil mewah Asal Inggris, Aston Martin, bakal memangkas jumlah karyawannya sebesar 20%. Langkah ini terpaksa diambil demi menghemat sekitar 40 juta pound sterling atau sekitar Rp 905 miliar (Kurs Rp 22.643/ pound sterling), setelah melaporkan kerugian yang semakin besar.
Aston Martin menyebut bakal mengurangi jumlah karyawannya hingga seperlima, atau sekitar 500 orang, setelah tindakan yang dilakukan awal tahun lalu yang memangkas 170 orang.
"Program terbaru ini pada akhirnya akan mengakibatkan kepergian hingga 20% dari tenaga kerja kami yang berharga," tulis keterangan resmi Aston Martin dikutip dari Guardian, Kamis (26/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rincian pemutusan hubungan kerja muncul bersamaan dengan laporan kerugian perusahaan. Aston Martin melaporkan kerugian sebelum pajak sebesar 363,9 juta pound sterling pada 2025, naik dari 289,1 juta pound sterling dari tahun sebelumnya.
Kerugian ini terjadi di tengah tekanan kenaikan tarif impor Amerika Serikat dan lemahnya permintaan global.
Selain itu, permintaan di China salah satu pasar utama mobil mewah disebut sangat lesu akibat pelemahan ekonomi dan perubahan aturan tarif mobil mewah di negara tersebut.
Sementara itu, para investor telah bersiap menghadapi kerugian setelah produsen mobil tersebut pekan lalu mengeluarkan peringatan laba kelima sejak September 2024 dan menjual hak penamaan permanen tim Formula Satu mereka.
Adrian Hallmark, Kepala Eksekutif Aston Martin, mengatakan pada hari Rabu bahwa pengurangan pekerjaan tidak akan menyelesaikan kebutuhan penyesuaian ukuran perusahaan tetapi merupakan bagian penting dari gambaran keseluruhan.
"Proses pengurangan jumlah karyawan sudah berjalan, dan hal itu penting untuk membuat kita lebih efisien dan efektif di masa depan," ujar Adrian.
(hrp/hns)作者:Heri Purnomo -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发