Neraca Dagang RI Masih Surplus US$ 0,95 M di Tengah Banjir Impor

avatar
· 阅读量 1,981
Neraca Dagang RI Masih Surplus US$ 0,95 M di Tengah Banjir Impor
Foto: Pradita Utama
Jakarta

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca dagang Indonesia pada Januari 2026 mengalami surplus sebesar US$ 0,95 miliar. Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 69 bulan berturut-turut, terutama sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan surplus pada Januari 2026 ditopang oleh surplus pada komoditi non migas sebesar US$ 3,22 miliar.

"Komoditi penyumbang surplus pada nonmigas yaitu lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja," kata Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Wow! Impor RI Meledak 18% di Awal 2026, Tembus US$ 21,2 Miliar

Pada sisi yang sama neraca komoditas Migas tercatat defisit sebanyak US$ 2,27 miliar dengan komoditi penyumbang defisit terutama minyak mentah, hasil minyak dan gas.

ADVERTISEMENT

Surplus ini terjadi karena nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan impor pada Januari 2026. Teracatat nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 22,16 miliar atau naik 3,39% jika dibandingkan dengan Januari 2025.

Nilai ekspor Migas tercatat US$ 0,89 miliar atau turun 15,62%. Sementara nilai ekspor non migas tercatat naik 4,38% dengan nilai US$ 21,26 miliar.

Sedangkan nilai impor mencapai US$ 21,20 miliar atau meningkat 18,21% jika dibandingkan Januari 2025. Nilai impor migas sebesar US$ 3,17 miliar atau meningkat 27,52% secara tahunan. Selain itu, impor nonmigas senilai US$ 18,04 miliar juga mengalami peningkatan secara tahunan sebesar 16,71%.

Peningkatan nilai impor secara tahunan terutama didorong oleh peningkatan impor non migas dengan andil sebesar 14,40%.

(fdl/fdl)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest