Di Tengah Arus Investasi China, Pelaku Usaha Didorong Perkuat Komitmen ke RI

avatar
· 阅读量 2,598
Di Tengah Arus Investasi China, Pelaku Usaha Didorong Perkuat Komitmen ke RI
Foto: Ilustrasi: Luthfi Syahban
Jakarta

Arus investasi dan pengaruh global yang kian kuat dinilai perlu direspons dengan penguatan komitmen kebangsaan, termasuk oleh pelaku usaha keturunan Tionghoa di Indonesia. Hal itu mengemuka dalam diskusi bertajuk "Imlek 2026: Ketionghoaan dalam Bingkai Budaya Indonesia" yang digelar Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina) dan Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI) bekerja sama dengan Forum Sinologi Indonesia (FSI), Sabtu (28/2/2026).

Dalam forum tersebut dibahas posisi komunitas Tionghoa Indonesia di tengah dinamika global, termasuk meningkatnya arus investasi China ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dr. Thung Julan, peneliti senior di Badan Riset dan Inovasi Negara (BRIN), menegaskan bahwa identitas bukan hanya persoalan budaya, tetapi juga pilihan politik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Julan, berbangsa dan bernegara merupakan keputusan politik yang mengandung tanggung jawab. Identitas terbentuk melalui proses panjang interaksi sosial, mulai dari perjumpaan, akulturasi hingga asimilasi yang dalam sejarah Indonesia melahirkan kelompok peranakan.

Ia menjelaskan kedatangan orang Tionghoa ke Indonesia terjadi dalam periode berbeda sehingga menghasilkan keragaman internal, mulai dari kelompok totok yang orientasinya lebih kuat ke Tiongkok hingga peranakan yang lebih terikat dengan budaya lokal.

ADVERTISEMENT

Namun, dalam konteks hubungan dengan Tiongkok saat ini, ia mengingatkan posisi orang Tionghoa Indonesia harus jelas sebagai bagian dari Indonesia. "Kita tidak bisa berharap negara lain membantu kita, karena kita adalah bagian dari Indonesia," ujarnya.

Christine Susanna Tjhin dari Gentala Institute menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir arus investasi Tiongkok ke luar negeri meningkat dan melahirkan kategori "pendatang baru" generasi terbaru di berbagai negara, termasuk Indonesia. Situasi ini membuat pembahasan identitas dan posisi diaspora semakin kompleks.

Ia juga menyoroti peran media sosial dalam memperkuat pertarungan pengaruh global, termasuk antara Tiongkok dan Amerika Serikat, sehingga masyarakat perlu lebih kritis dalam menyaring informasi.

Perwakilan IPTI, Septeven Huang, menilai generasi muda memiliki peran penting dalam membangun identitas Tionghoa yang berbingkai Indonesia, termasuk dalam aktivitas sosial dan ekonomi.

"Jangan sampai generasi muda Tionghoa menjiplak langsung budaya luar tanpa memahami padanannya dalam kebudayaan Tionghoa yang telah berakulturasi dengan Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan generasi terdahulu beradaptasi dengan budaya setempat melalui perkawinan campur dan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial, sambil tetap melestarikan tradisi seperti perayaan Tahun Baru Imlek.

Menurut Septeven, komitmen sebagai bangsa Indonesia harus tetap menjadi pijakan. "Kami Tionghoa, dan kami Indonesia," katanya.

Budiman Tanah Djaya, Sekretaris Aspertina, menyebut identitas Tionghoa dalam bingkai budaya Indonesia bersifat dinamis dan progresif. Ia menilai setiap generasi memiliki pengalaman sejarah berbeda yang memengaruhi cara memaknai identitas, termasuk generasi pasca-Reformasi 1998 yang tumbuh dalam suasana lebih terbuka.

Pemerhati Tiongkok dan masyarakat Tionghoa Indonesia, Johanes Herlijanto, mengutip pandangan akademisi Singapura Wang Gungwu mengenai kemampuan diaspora Tionghoa beradaptasi dengan masyarakat setempat. Menurutnya, sepanjang sejarah Indonesia, komunitas Tionghoa telah menunjukkan kemampuan tersebut dengan mengedepankan keindonesiaan dalam budaya maupun identitas politik.

Diskusi menyimpulkan bahwa di tengah menguatnya arus investasi dan pengaruh global, komitmen kebangsaan perlu terus ditegaskan sebagai fondasi dalam kehidupan sosial maupun aktivitas ekonomi.

(fdl/fdl)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest