Idulfitri 2026, Daya Beli Didorong dengan Tetap Jaga Inflasi

avatar
· 阅读量 330

Pasardana.id - Menjelang Idulfitri, Bank Indonesia memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui dukungan penyaluran kredit pangan guna menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan.

Upaya ini ditempuh untuk mendukung daya beli serta menjaga inflasi 2026 tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%.

Stabilitas harga pangan menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat, khususnya pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Karena itu, pengendalian inflasi diperkuat melalui koordinasi dari hulu hingga hilir.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, saat hadir menyampaikan keynote speech pada seminar bertajuk “Ramadan Tenang, Harga Terkendali: Optimalisasi Kredit Pangan untuk Stabilisasi Pasar", di Jakarta (2/3/2026).

Aida menambahkan, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, perekonomian Indonesia tetap berdaya tahan.

Fragmentasi perdagangan dan volatilitas pasar keuangan internasional memengaruhi perekonomian domestik pada tiga jalur utama.

Pertama, kenaikan harga minyak dapat meningkatkan biaya transportasi dan produksi, termasuk pangan, sehingga mendorong inflasi.

Kedua, gejolak pasar keuangan dapat memengaruhi nilai tukar yang berdampak pada harga barang impor dan stabilitas harga dalam negeri.

Ketiga, perlambatan perdagangan global dapat menekan pertumbuhan ekonomi, yang kemudian memengaruhi dinamika permintaan dan inflasi.

“Dalam menghadapi tantangan tersebut, Bank Indonesia menempuh strategi 3K, yaitu kebijakan yang terintegrasi, kolaborasi erat dengan Pemerintah, serta komitmen untuk terus berada di pasar guna meredam gejolak dan memastikan inflasi tetap sesuai sasaran," ujar Aida.

Dengan strategi tersebut, pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tercatat 5,39% (yoy) dan diprakirakan berada dalam kisaran 4,9–5,7% pada 2026.

Kinerja ini didukung konsumsi masyarakat, peningkatan belanja pada periode HBKN, serta belanja Pemerintah di awal tahun.

Dari sisi harga, inflasi Februari 2026 tercatat 4,76% (yoy), dipengaruhi faktor base effect kebijakan diskon tarif listrik pada awal 2025.

Namun secara fundamental, inflasi inti tetap rendah, meskipun komponen pangan bergejolak (volatile food) perlu terus dijaga stabilitasnya karena sensitif terhadap lonjakan permintaan masyarakat, kondisi cuaca dan gangguan distribusi.

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest