Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Pasar AS ditutup bervariasi cenderung menguat pada Senin (2 Mar): Dow - 0,15%, S&P 500 +0,04%, dan Nasdaq +0,36%. S&P 500 ditutup nyaris stagnan setelah rebound dari pelemahan tajam di awal sesi, seiring aksi beli saat harga turun (buy on weakness) menyusul serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan. Imbal hasil U.S. Treasury tenor 10 tahun naik 2,46% menjadi 4,035%, sementara Indeks Dolar AS menguat 0,79% ke 98,38.
Pasar komoditas juga ditutup menguat pada Senin (2 Mar): WTI naik 6,28% ke USD 71,23/barel, Brent naik 7,26% ke USD 77,74/barel, batu bara naik 10,09% ke USD 128,70/ton, CPO naik 2,60% ke MYR 4.147/ton, dan emas menguat 0,82% ke USD 5.322/ons.
Pasar Asia ditutup bervariasi cenderung melemah pada Senin (2 Mar): Hang Seng turun 2,14%, Nikkei turun 1,35%, dan Shanghai naik 0,47%. IHSG turun 2,65% ke 8.016,83, dengan aksi jual bersih asing sebesar IDR 631,3 miliar, terdiri dari jual bersih IDR 490,9 miliar di pasar reguler dan jual bersih IDR 140,4 miliar di pasar negosiasi. Aksi jual bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat pada MEDC (IDR 528,0 miliar), BBCA (IDR 196,4 miliar), dan BBNI (IDR 119,0 miliar), sementara aksi beli bersih terbesar tercatat pada ANTM (IDR 156,6 miliar), PTRO (IDR 146,9 miliar), dan AADI (IDR 145,9 miliar). Top leading movers adalah ENRG, BRMS, dan MDKA, sedangkan top lagging movers adalah BREN, BMRI, dan ASII.
Adapun diperdagangan Selasa (03/3) pagi ini, KOSPI (-2,16%) dan Nikkei (-0,79%) dibuka melemah.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan pelemahan di tengah ketidakpastian pasar global dan regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset Selasa (03/3).

暂无评论,立马抢沙发