- Rupiah berpotensi melemah akibat eskalasi perang Iran vs AS-Israel, dengan proyeksi di kisaran Rp16.800-Rp16.950 per dolar AS dan peluang intervensi BI.
- Sentimen risk off mendominasi pasar, investor fokus pada konflik dan mengabaikan data ekonomi.
- Korban konflik meningkat, 201 tewas di Iran, 9 di Israel, serta korban di sejumlah negara lain; operasi militer masih berlanjut.
Ipotnews - Nilai tukar rupiah terhadap dolar dalam perdagangan hari ini diperkirakan masih melemah, akibat imbas perang yang meletus antara Iran melawan Amerika Serikat bersama Israel.
Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa pagi (3/3) pukul 09.17 WIB, rupiah sedang diperdagangkan menguat 11 poin atau 0,07% ke level Rp16.857 per dolar AS, dibandingkan akhir perdagangan Senin sore (2/3) di Rp16.868 per dolar AS. Indeks dolar AS tercatat menguat hari ini.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen yang masih risk off pada umumnya oleh eskalasi di Timur Tengah.
"Namun BI diharapkan kembali aktif mengintervensi dan membatasi perlemahan. Range kurs rupiah diperkirakan Rp16.800 - Rp16.950 per dolar AS," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews melalui pesan WhatsApp pagi ini.
Lukman mengakui pelaku pasar saat ini sedang fokus mengamati perkembangan perang antara Iran melawan Amerika Serikat bersama Israel. "Saat ini investor mengabaikan data - data ekonomi," ujar Lukman.
Eskalasi konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran menimbulkan ratusan korban jiwa dan luka-luka di kawasan. Hingga Minggu (1/3) waktu setempat, sebanyak 201 orang tewas dan 747 luka-luka di Iran, menjadikannya negara dengan korban terbanyak.
Palang Merah Iran melaporkan operasi penyelamatan masih berlangsung. Insiden paling mematikan terjadi di Minab, Iran tenggara, saat serangan ke sekolah dasar putri menewaskan sedikitnya 148 orang.
Di Israel, serangan rudal Iran menewaskan 9 orang dan melukai 121 lainnya, termasuk akibat hantaman di Beit Shemesh dan Tel Aviv.
Sementara itu, tiga tentara Amerika Serikat tewas dan lima luka parah, menurut pernyataan Komando Pusat AS. "Operasi tempur utama terus berlanjut," tulis Komando Pusat AS.
Korban juga dilaporkan di sejumlah negara lain, termasuk Uni Emirat Arab (3 tewas, 58 luka), Kuwait (1 tewas, 32 luka), serta luka-luka di Qatar, Oman, Irak, dan Bahrain. Tidak ada korban jiwa dilaporkan di Arab Saudi dan Yordania.(Adhitya/AI)
Sumber : Admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发