- Citi naikkan target harga aluminium jadi USD3.600, potensi USD4.000 karena gangguan pasokan akibat konflik Iran.
- Aluminium Bahrain deklarasikan force majeure, pengiriman tertunda karena lumpuhnya Selat Hormuz.
- Harga aluminium LME hampir empat tahun tertinggi, risiko pengiriman dan restart smelter bisa menunda pasokan.
Ipotnews - Citi menaikkan target harga aluminium LME 0-3 bulan menjadi USD3.600 per metrik ton, meningkat dari USD3.400, dan mengatakan harga dapat melesat hingga USD4.000 dalam skenario optimistis, dengan alasan gangguan pasokan dan deklarasi force majeure setelah perang pecah di Iran.
"Force majeure kini telah terwujud di dua produsen Teluk, menandai pergeseran yang jelas dari risiko ke gangguan yang nyata," ungkap Citi, seperti dilansir Reuters, di Bengaluru, Rabu (4/3) atau Kamis (5/3) pagi WIB.
Harga aluminium untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange mencatat level tertinggi hampir empat tahun, Rabu, terkatrol kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik Timur Tengah. Lonjakan harga ini diperkuat oleh penghentian pengiriman Aluminium Bahrain (Alba), yang mengoperasikan smelter aluminium terbesar di luar China. Aluminium merupakan logam yang banyak digunakan dalam sektor konstruksi, transportasi dan kemasan.
Alba menyatakan force majeure, Rabu, memperingatkan beberapa pelanggannya akan kemungkinan keterlambatan pengiriman karena tidak bisa melewati Selat Hormuz.
Selat yang menghubungkan Iran dan Oman ini membawa sekitar satu perlima konsumsi minyak global, dan hampir lumpuh setelah sejumlah kapal menjadi sasaran serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel.
"Efek konflik bisa berlangsung lama karena masalah pengiriman dan asuransi. Produk aluminium utama yang dikirim dalam kontainer kemungkinan akan pulih lebih lambat dibanding aliran berbasis tanker, meski transit sebagian kembali normal. Risiko ketidakstabilan fasilitas atau potline juga bisa menunda restart beberapa bulan," kata Citi.
Selain itu, Goldman Sachs memperingatkan bahwa harga aluminium bisa mencapai USD3.600 per ton jika produksi di kawasan ini terganggu selama sebulan penuh. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发