Perang di Timur Tengah berdampak pada lonjakan harga minyak. Pemerintah kini mulai menghitung dampak perang Amerika Serikat (AS) & Israel lawan Iran tersebut terhadap anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil mengatakan pemerintah hati-hati menghitung potensi kenaikan subsidi energi yang akan ditanggung.
"Memang ada terjadi kenaikan dan itu berdampak pada subsidi. Jadi sekarang kita lagi menghitung secara baik, dengan hati-hati," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM pada Rabu malam, (4/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Bahlil memastikan kondisi pasokan energi nasional masih aman, di tengah kondisi Timur Tengah yang memanas dan terjebaknya kapal tanker milik Pertamina di Selat Hormuz usai ditutup Iran.
"Saya meyakinkan, saya meyakinkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa kita tahu geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tapi untuk kesiapan pemerintah dalam mendesain, mempersiapkan semua alternatif untuk ketersediaan BBM dan LPG, insyaallah aman," tegasnya.
Bahlil menambahkan, pemerintah juga telah memesan minyak mentah dari AS secara bertahap demi menjaga pasokan dalam negeri. Sekitar 25% porsi minyak mentah yang selama dipasok dari Timur Tengah, kini dialihkan ke AS.
"Sekarang sudah mulai jalan. Bertahap, ya bertahap itu kan bertahap, enggak bisa sekaligus satu kali datang karena kita punya daya simpanan enggak cukup. Jadi masalah kita itu sekarang adalah di storage," jelas Bahlil.
(hrp/hns)作者:Heri Purnomo -,文章来源republika_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发