Rupiah ditutup melemah 13 poin ke Rp16.905 per dolar AS akibat penguatan dolar di tengah eskalasi konflik Iran-AS-Israel.
Ketegangan Timur Tengah meningkat, termasuk serangan rudal Iran ke Israel dan gangguan di jalur energi Selat Hormuz, sehingga menekan sentimen pasar global.
Fundamental Indonesia tetap kuat, dengan rating Fitch dipertahankan di BBB dan cadangan devisa tinggi USD154,6 miliar.
Ipotnews - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Kamis (5/3), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, sehingga mendorong penguatan dolar AS di pasar global.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup turun 13 poin atau 0,08% ke level Rp16.905 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan Rabu (4/3) di posisi Rp16.892 per dolar AS.
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan indeks dolar AS pada perdagangan Kamis dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasar global.
"Tensi geopolitik di Timur Tengah memanas setelah Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel pada Kamis pagi, menyebabkan jutaan penduduk berlindung di tempat perlindungan bom saat konflik memasuki hari keenam dan hanya beberapa jam setelah upaya untuk menghentikan serangan udara AS diblokir di Washington," tulis Ibrahim dalam publikasi risetnya sore ini.
Ia menjelaskan, konflik tersebut semakin memanas setelah berbagai aksi militer terjadi dalam beberapa hari terakhir. Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel yang memaksa jutaan warga berlindung di bunker perlindungan, sementara operasi militer juga meluas di kawasan lain.
Pada saat yang sama, kapal selam Amerika Serikat dilaporkan menenggelamkan kapal perang Iran di perairan dekat Sri Lanka yang menewaskan sedikitnya 80 orang. Selain itu, sistem pertahanan udara
NATO
juga menghancurkan rudal balistik Iran yang diarahkan ke Turki.Ketegangan semakin meningkat setelah pasukan Iran juga dilaporkan menyerang kapal tanker minyak di sekitar Selat Hormuz. Ledakan bahkan dilaporkan terjadi di dekat sebuah kapal tanker di perairan Kuwait, menurut laporan Operasi Perdagangan Maritim Inggris.
Di sisi lain, perkembangan politik di Iran juga menjadi sorotan setelah putra pemimpin tertinggi Iran yang telah wafat muncul sebagai kandidat kuat untuk menggantikannya. Situasi tersebut dinilai memperkuat sinyal bahwa Teheran tidak akan mengendurkan sikapnya di tengah tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel.
Sentimen global lainnya datang dari Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump secara resmi menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya. Langkah tersebut dipandang pasar sebagai sinyal kebijakan yang lebih mendukung penurunan suku bunga.
Sementara itu dari kawasan Asia, Tiongkok menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 4,5% hingga 5%, sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar sekitar 5%. Kebijakan tersebut memberi ruang bagi Beijing untuk melakukan penyesuaian struktural dalam perekonomiannya.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meskipun lembaga pemeringkat Fitch Ratings mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level BBB dengan outlook direvisi menjadi negatif.
Bank Indonesia menyatakan afirmasi peringkat tersebut mencerminkan masih tingginya kepercayaan global terhadap perekonomian nasional. Penilaian Fitch yang mempertahankan peringkat Indonesia pada BBB menunjukkan kepercayaan dunia terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat.
"Perubahan outlook tidak mencerminkan pelemahan kondisi fundamental perekonomian," ungkap Ibrahim.
Menurut BI, stabilitas sistem keuangan domestik juga tetap terjaga dengan dukungan likuiditas yang memadai, permodalan perbankan yang kuat, serta risiko kredit yang relatif rendah.
Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran yang terus berkembang dan didukung oleh infrastruktur yang stabil dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Bank Indonesia memperkirakan prospek ekonomi Indonesia dalam jangka menengah tetap solid dengan tren pertumbuhan yang meningkat dan inflasi yang tetap terkendali. Pada 2026 pertumbuhan ekonomi diprakirakan berada pada kisaran 4,9% hingga 5,7% dan berpotensi meningkat pada 2027 dengan inflasi yang tetap berada dalam sasaran.
Ketahanan eksternal juga dinilai tetap kuat. Hal tersebut tercermin dari Neraca Pembayaran Indonesia yang masih sehat dan didukung oleh kinerja neraca perdagangan yang solid.
Cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tercatat sebesar USD154,6 miliar atau setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor, serta jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.(Adhitya/AI)
Sumber : admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发