Amerika Serikat (AS) diperkirakan sudah menelan kerugian lebih dari US$ 1 miliar atau Rp 16,9 triliun (asumsi kurs Rp 16.905 per dolar AS) dalam empat hari pertama perang melawan Iran. Kerugian AS dihitung dari operasional militer hingga kehilangan peralatan militer sejak Sabtu (28/2).
Melansir Forbes, Kamis (5/3/2026), kerugian pertama berasal dari ongkos kirim pasukan ke wilayah Timur Tengah. Bahkan sebelum aksi militer ini benar-benar dimulai, pengangkutan pasukan, kapal, dan pesawat ke wilayah tersebut kemungkinan sudah menelan biaya sekitar US$ 630 juta atau Rp 10,65 bagi militer.
Kemudian gugurnya tiga jet F-15E Strike Eagle yang jatuh tertembak di Kuwait pada Minggu (29/3) lalu turut menjadi kerugian lain bagi Paman Sam dalam perang dengan Iran. Menurut konfirmasi Komando Pusat AS alias CENTCOM, gugurnya tiga jet tempur ini menyebabkan kerugian bagi militer AS minimal hampir US$ 300 juta atau Rp 5,07 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih belum cukup, CENTCOM melaporkan dalam 48 jam pertama sejak serangan dimulai atau Senin (2/3), militer AS telah menyerang lebih dari 1.250 target di Iran dengan lebih dari 20 aset militer dan sistem senjata berbeda digunakan dalam prosesnya.
"Operasi-operasi tersebut kemungkinan telah menambah biaya perang hingga jutaan dolar hanya dalam beberapa hari terakhir, karena aset-aset tersebut membutuhkan biaya produksi dan pengoperasian mulai dari US$ 35.000 (biaya sebuah drone sekali jalan) hingga jutaan dolar (rudal Tomahawk)," tulis Forbes dalam laporannya.
Biaya-biaya ini belum memperhitungkan ongkos harian untuk operasional pasukan AS di wilayah konflik tersebut. Diperkirakan sekitar 50.000 pasukan sudah terlibat dalam operasi militer di Timur Tengah ini dan kemungkinan akan ada lebih banyak lagi yang akan datang semisal biaya yang dikeluarkan militer AS untuk pengoperasian dua kapal induk di wilayah Timur Tengah, biaya operasional untuk menerangkan unit pesawat tempur selama konflik, serta biaya-biaya lainnya.
"Sulit untuk memperkirakan berapa tepatnya biaya serangan di Iran bagi pemerintah AS, mengingat cakupan penuh operasi dan senjata yang digunakan belum sepenuhnya diketahui. Namun, biaya yang harus dikeluarkan terus membengkak," jelas Forbes.
Saksikan Live DetikSore:
(igo/fdl)
作者:Ignacio Geordi Oswaldo -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发