Sawit Tembus Level Tertinggi Lima Pekan, Ditopang Kenaikan Minyak Nabati

avatar
· 阅读量 626
  • Sawit naik ke 4.266 ringgit, tertinggi lima minggu, terdorong harga minyak nabati dan depresiasi ringgit.
  • Kenaikan mingguan 5,54%, didorong sawit lebih murah dari minyak nabati pesaing dan permintaan kuat.
  • Potensi menembus resistance 4.260 ringgit, lanjut ke 4.337 ringgit per ton.

Ipotnews - Minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia melesat ke level tertinggi dalam lima minggu, Jumat, didorong penguatan harga minyak nabati Dalian dan depresiasi ringgit. Lonjakan ini membuat sawit berpotensi mencatatkan kenaikan mingguan signifikan.
Harga minyak sawit untuk kontrak pengiriman Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melompat 59 ringgit, atau 1,4%, menjadi 4.266 ringgit (USD1.080,82) per metrik ton pada jeda perdagangan siang, demikian laporan  Reuters,  di Jakarta, Jumat (6/3).
Sepanjang pekan, kontrak tersebut melambung 5,54%, terbantu reli harga minyak mentah. Jika tren ini berlanjut, kenaikan mingguan ini akan menjadi yang terbesar sejak pekan terakhir November 2024.
"Minyak sawit berjangka di Bursa Malaysia dibuka lebih tinggi setelah reli bullish pada futures minyak kedelai, gas oil, dan minyak mentah di Chicago, Kamis malam, serta pemulihan kuat di minyak sawit Dalian dan rapeseed oil Zhengzhou pada jam perdagangan Asia," ujar Anilkumar Bagani, Kepala Riset Komoditas Sunvin Group, perusahaan pialang berbasis di Mumbai.
Bagani menambahkan, saat ini sawit lebih murah dibandingkan minyak nabati pesaing seperti minyak kedelai, rapeseed oil, dan minyak bunga matahari. Harga yang hampir sejajar dengan gas oil membuat sawit lebih menarik bagi permintaan baru. Namun, ada kekhawatiran terkait pasokan yang lebih lembut akibat konflik di Timur Tengah.
Di pasar Asia, kontrak minyak kedelai Dalian yang paling aktif meingkat 1,13%, sementara kontrak minyak sawitnya melejit 2,33%. Sementara itu, minyak kedelai di Chicago Board of Trade justru turun 0,65%.
Harga sawit secara umum mengikuti pergerakan minyak pesaing, karena berkompetisi untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati (vegetable oil) global.
Selain itu, melemahnya ringgit Malaysia sebesar 0,18% terhadap dolar AS membuat sawit lebih murah bagi pembeli dengan mata uang asing.
Analis teknikal Reuters, Wang Tao, memperkirakan minyak sawit dapat menguji level resistance di 4.260 ringgit per metrik ton; jika berhasil menembusnya, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 4.337 ringgit. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest