- Aluminium rebound dengan potensi kenaikan mingguan 5% karena gangguan pasokan dari Timur Tengah.
- Dolar AS menguat menekan komoditas, sementara stok aluminium SHFE melesat, LME melorot.
- Tembaga melemah pekan ini akibat meningkatnya stok global, logam dasar lain variatif.
Ipotnews - Harga aluminium diperkirakan mengakhiri pekan ini di area positif, Jumat, karena perang di Timur Tengah mengancam pengiriman dari wilayah yang menghasilkan 8% pasokan dunia sepanjang tahun lalu.
Kontrak aluminium paling aktif di Shanghai Futures Exchange ( SHFE ) menutup perdagangan pekan ini melesat 3,59%, meski melorot 1,77% pada sesi Jumat menjadi 24.715 yuan (USD3.583,44) per metrik ton.
Sementara itu, harga aluminium untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat 0,68% menjadi USD3.318,50 per ton pada pukul 14.30 WIB, dan berpotensi mencatat lompatan lebih dari 5% sepanjang minggu ini, seperti dilansir Reuters, Jumat (6/3).
Fokus pasar tertuju pada Timur Tengah, menyusul gangguan pasokan akibat force majeure di pabrik Qatalum Norsk Hydro dan Aluminium Bahrain.
Di sisi lain, dolar AS menguat dan berpotensi mencatat kenaikan mingguan lebih dari 1,4% di tengah perang, sehingga menekan komoditas yang dihargakan dalam greenback, karena menjadi kurang terjangkau bagi investor yang memegang mata uang lain.
Lonjakan harga minyak juga memicu kekhawatiran inflasi dan membuat investor menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve.
Di SHFE , stok aluminium "on-warrant" meningkat pasca pecahnya perang, mencapai 329.627 ton pada Jumat, melonjak 13,94% dibanding pekan sebelumnya. Sebaliknya, persediaan aluminium LME merosot ke level terendah sejak Juli tahun lalu.
Ketika aluminium mencatatkan kenaikan, tembaga diprediksi menutup pekan dengan kerugian.
Tembaga paling aktif di SHFE turun 0,28% menjadi 101.050 yuan per ton, anjlok hampir 2% untuk pekan ini. Sedangkan tembaga acuan London naik 0,39% menjadi USD12.951 per ton, namun tetap berada di jalur untuk menutup pekan dengan penurunan sekitar 3%.
Tembaga tertekan akibat meningkatnya stok di bursa. "Harga tembaga LME kini hanya memiliki premi tipis dibanding COMEX, membalikkan struktur tahun lalu yang mendorong logam tersebut masuk ke gudang Amerika Serikat. Seiring normalisasi sinyal harga ini, logam tersebut semakin banyak dialihkan kembali ke stok bursa global," tulis analis ING Economics.
Stok tembaga di gudang LME naik lebih dari 20.000 ton, mencapai total 282.200 ton pada Rabu, menurut data terakhir bursa.
Untuk logam dasar lainnya di SHFE , seng (zinc) menyusut 1,56%, timbal (lead) turun 0,27%, nikel melemah 0,45%, dan timah berkurang 1,70%. Sedangkan di kompleks LME, seng menguat 0,82%, timbal naik 0,36%, nikel meningkat 0,68%, dan timah tetap stabil. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发