IDXChannel - PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) membukukan laba bersih sebesar USD40 juta atau Rp674 miliar sepanjang tahun lalu. Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan 2024 yang tercatat USD45 juta.
ESSA yang mempunyai fasilitas pengolahan LPG dan pabrik amonia itu meraup pendapatan USD295 juta, turun 2 persen dibandingkan 2024 yang sebesar USD301 juta. Kondisi ini seiring tekanan pada harga LPG dan amonia masing-masing 8 persen dan 3,5 persen sepanjang tahun. Sementara volume pengiriman amonia tumbuh 3 persen.
Bahlil Pastikan Indonesia Akan Beli BBM hingga LPG dari AS, Nilainya Rp253 TriliunNamun, perseroan mencatat lonjakan kinerja pada kuartal IV-2025, terutama akibat kenaikan harga amonia hingga 31 persen secara kuartalan. Kenaikan harga ini tidak terlepas dari masalah ketersediaan amonia di pasar global.
Pada kuartal akhir tersebut, pendapaatan ESSA naik 5 persen secara kuartalan, sedangkan laba bersih meroket 194 persen. Hal ini juga menunjukkan kelincahan ESSA dalam memanfaatkan pasar yang dinamis.
Pemerintah Jamin Stok Pangan, BBM, dan LPG Aman Jelang Lebaran 2026President Director & CEO ESSA, Kanishk Laroya mengatakan, kunci keberhasilan operasional perseroan terletak pada manajemen operasi yang optimal dan keandalan pabrik yang tinggi. Situasi itu mampu mengimbangi dampak penurunan harga pada pendapatan.
作者:08/03/2026 07:00 WIB,文章来源Idxchannel,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发