Gejolak Harga Minyak Tekan Rupiah, Investor Waspadai Risiko Fiskal RI

avatar
· 阅读量 1,912
Gejolak Harga Minyak Tekan Rupiah, Investor Waspadai Risiko Fiskal RI
Gejolak Harga Minyak Tekan Rupiah, Investor Waspadai Risiko Fiskal RI (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat melemah hingga menyentuh level Rp17.015 per USD pada perdagangan Senin (9/3/2026) kemarin. 

Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu lonjakan harga minyak dunia di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Baca Juga:
Gejolak Harga Minyak Tekan Rupiah, Investor Waspadai Risiko Fiskal RI Rupiah Tembus Rp17.000, Purbaya Sebut Ekonomi RI Masih Ekspansif

Menurut Stockbit, pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kenaikan tajam harga minyak yang menimbulkan kekhawatiran terhadap pelebaran defisit fiskal Indonesia, mengingat posisi Indonesia sebagai net importir minyak.

Harga minyak jenis Brent bahkan sempat melonjak 28,9 persen ke level USD119,5 per barel pada perdagangan intraday Senin (9/3/2026). Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak 30 Juni 2022 meski harga kemudian bergerak turun dan berada di kisaran USD102,6 per barel pada perdagangan sore hari.

Baca Juga:
Gejolak Harga Minyak Tekan Rupiah, Investor Waspadai Risiko Fiskal RI Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.894 per Dolar AS, Sentimen Iran dan Harga Minyak Membayangi

Namun, harga minyak di level tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan asumsi makroekonomi dalam APBN 2026 yang dipatok sebesar USD70 per barel. Artinya, harga minyak saat ini berada sekitar 46,6 persen di atas asumsi pemerintah.

Halaman : 1 2 3

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest