- Harga emas naik hampir 2% dipicu depresiasi dolar dan kejatuhan harga minyak.
- Pernyataan Donald Trump soal potensi berakhirnya konflik Timur Tengah ikut mendorong sentimen pasar.
- Pasar menanti data inflasi dan arah suku bunga the Fed.
Ipotnews - Harga emas melambung hampir 2 persen, Selasa, karena melemahnya dolar AS dan meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak melorot. Penurunan harga energi terjadi seiring sinyal bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi segera berakhir, yang meningkatkan sentimen investor terhadap pasar komoditas.
Emas spot melonjak 1,9 persen menjadi USD5.231,79 per ons pada pukul 24.31 WIB, sementara harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April ditutup melesat 2,7 persen jadi USD5.242,10 per ons, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Selasa (10/3) atau Selasa (11/3) dini hari WIB.
Indeks Dolar (Indeks DXY) melemah, membuat emas yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan global terhadap logam mulia tersebut.
Pergerakan harga emas juga berkaitan erat dengan dinamika harga minyak dunia. Selasa, harga minyak anjlok setelah pada sesi sebelumnya sempat melejit ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun. Penurunan terjadi setelah Presiden Donald Trump memprediksi perang di Timur Tengah dapat segera berakhir, sehingga meredakan kekhawatiran pasar mengenai gangguan pasokan minyak dalam jangka panjang.
Namun situasi di lapangan masih menunjukkan intensitas konflik yang tinggi. Warga Teheran yang dihubungi Reuters melaporkan ibu kota Iran mengalami serangan udara besar-besaran oleh Amerika dan Israel sepanjang malam. Serangan itu disebut sebagai yang paling sengit sejak konflik dimulai.
Menurut Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, penurunan harga minyak dari puncaknya di atas USD100 per barel memberikan sinyal yang relatif positif bagi pasar. Dia menjelaskan, harga energi yang masih cukup tinggi tetap bersifat inflasioner dan mendukung kenaikan logam kuning, tetapi tidak lagi cukup tinggi untuk menghambat kemampuan Federal Reserve dalam mempertimbangkan penurunan suku bunga.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun daya tarik logam tersebut biasanya berkurang ketika suku bunga meningkat karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Investor kini juga menantikan sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk laporan Indeks Harga Konsumen dan data pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures Price Index yang dijadwalkan dirilis pekan ini. Data tersebut akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan moneter the Fed.
Pasar saat ini memperkirakan the Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan 17-18 Maret, sembari menunggu sinyal yang lebih jelas mengenai tren inflasi dan kondisi ekonomi.
Sementara itu, perdagangan emas fisik di Dubai tercatat berada pada posisi diskon dibandingkan pasar London. Kondisi ini dipicu keterbatasan penerbangan akibat konflik di kawasan tersebut, yang menyebabkan lebih banyak logam mulia tertahan di pasar lokal sementara permintaan relatif lemah.
Logam mulia lainnya juga menunjukkan pergerakan beragam. Harga perak spot melonjak 2,7 persen menjadi USD89,39 per ons. Platinum spot menguat 2,2 persen ke posisi USD2.229,15 per ons. Sebaliknya, paladium justru turun 0,9 persen jadi USD1.675,50 per ons. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发