IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, calon emiten yang akan melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) pada tahun ini, wajib memiliki porsi saham beredar di publik atau free float sebesar 15 persen.
Pejabat Sementara (Pjs) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kebijakan menaikkan free float secara bertahap merupakan salah satu yang cukup hangat diperbincangkan antara OJK bersama BEI, dan Self-Regulatory Organization (SRO).
BEI Bakal Intervensi Pakai Cara Ini Jika Emiten Tak Penuhi Free Float 15 Persen"Kami sudah diskusi mendalam di OJK dan SRO, BEI, KSEI, kami mempunyai staging untuk mencapai pemenuhan hal tersebut. Tidak bisa kita mungkiri, tidak bisa serta merta untuk memenuhi 15 persen, harus stages (bertahap). Tapi yang bisa kami lakukan, IPO untuk yang pertama masuk tahun ini (free float) harus sudah 15 persen," ujarnya saat mengikuti fit and proper test Calon Anggota Dewan Komisioner OJK dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dia menegaskan, kebijakan untuk menaikkan free float harus dilakukan secara bertahap. Maka dari itu, pihaknya sudah berbincang dengan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI).
Agenda Reformasi Bursa Efek Ditargetkan Rampung Maret 2026, Kenaikan Free Float Bertahap作者:11/03/2026 16:17 WIB,文章来源Idxchannel,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发