- Rupiah diperkirakan tertekan terhadap dolar AS seiring lonjakan harga minyak dunia akibat eskalasi perang Iran melawan AS dan Israel, meski pada Kamis pagi (12/3) pukul 09.10 WIB masih menguat tipis ke Rp16.884 per dolar AS.
- Harga minyak WTI melonjak 6,5% ke USD91,58 per barel setelah laporan dua kapal tanker diserang di Teluk Persia serta meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan global.
- Iran juga memblokir Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia, sehingga memperbesar risiko disrupsi energi dan menekan mata uang emerging markets seperti rupiah.
Ipotnews - Perkembangan harga minyak dunia yang kembali melonjak hari ini akibat perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, membuat kurs rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar.
Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis pagi (12/3) pukul 09.10 WIB, rupiah sedang diperdagangkan menguat tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp16.884 per dolar AS, dibandingkan posisi akhir perdagangan Rabu (11/3) di Rp16.886 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan bahwa rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah kembalinya kekhawatiran seputar disrupsi pasokan minyak mentah dunia.
"Harga minyak mentah dunia kembali melonjak walau ada harapan dukungan dari rencana pelepasan cadangan minyak besar-besaran oleh anggota - anggota IEA," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews melalui pesan WhatsApp pagi ini.
Harga minyak dunia kembali naik tajam pada perdagangan awal Asia Kamis setelah laporan menunjukkan dua kapal tanker diserang di perairan Irak. Kondisi ini membuat pasar sebagian besar tetap waspada atas gangguan pasokan akibat perang AS - Israel dengan Iran.
Mengutip Investing.com pagi ini, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka sebagai harga patokan pasar domestik Amerika Serikat (AS) untuk kontrak beli atau jual di masa depan, naik sebanyak 6,5% menjadi USD91,58 per barel.
Laporan media menunjukkan dua kapal tanker minyak internasional diserang di Teluk Persia utara dekat Irak dan Kuwait. Rekaman kejadian tersebut, yang dibagikan secara daring, menunjukkan kapal-kapal tanker tersebut dilalap api, dengan saluran-saluran Irak mengaitkan serangan itu dengan Iran.
Serangan terhadap kapal tanker minyak memicu kekhawatiran yang meningkat atas gangguan pasokan yang disebabkan oleh perang, terutama karena Iran memperingatkan tidak ada minyak mentah yang akan melewati Selat Hormuz, jalur pelayaran utama. Negara itu memblokir jalur tersebut, yang mencakup sekitar 20 persen pasokan minyak global, pada awal pekan ini.
"Range kurs rupiah hari ini diperkirakan Rp16.800 - Rp16.950 per dolar AS," ujar Lukman.(Adhitya/AI)
Sumber : Admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发