- IHSG menguat ke level 7.414 dengan dukungan tujuh sektor, meski empat sektor masih melemah.
- Harga minyak dunia melonjak ke USD88,31 per barel, memicu kekhawatiran biaya logistik dan harga barang.
- Frederica Widyasari Dewi resmi jadi Ketua OJK, membawa harapan stabilitas dan arah kebijakan baru.
Ipotnews - Hari ini, Kamis (12/3), IHSG dibuka menguat pada level 7.398 atau naik 9 poin dari penutupan perdagangan kemarin yang ditutup melemah 0,69 persen di level 7.389.
Kemudian pada pukul 09.05 WIB, indeks melanjutkan sesi penguatan dengan naik 0,34 persen atau 25 poin ke level 7.414. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.425 di zona hijau dan terendah di level 7.385 yang di zona merah.
Sebanyak 275 emiten yang bergerak menguat, 229 emiten melemah dan 454 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 110 ribu kali dengan nilai Rp834,3 miliar serta market kapital perdagangan mencapai Rp13,24 triliun.
Tujuh sektor menguat dan empat sektor lainnya melemah. Sektor yang menguat yaitu kesehatan 0,06 persen ke level 1.832, energi 1,05 persen menjadi 3.838, sektor industri 0,2 persen menjadi 1.829, keuangan 0,16 persen ke level 1.397.
Kemudian properti 0,06 persen menjadi 958, infrastruktur 0,14 persen menjadi 1.972, sektor transportasi 0,79 persen menjadi 1.822.
Sektor yang melemah yaitu sektor teknologi -0,03 persen menjadi 7.794, konsumer non primer -0,07 persen menjadi 712, konsumer primer -0,27 persen menjadi 1.014, dan sektor bahan baku -0,23 persen ke level 2.125.
David Kurniawan, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas menyatakan bahwa pasar hari ini dibayangi oleh dinamika global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan indeks. Dari sisi geopolitik, ketegangan antara Iran dan Israel masih berlanjut.
Ia menjelaskan bahwa upaya negosiasi yang diupayakan Amerika Serikat (AS) tidak mendapat respons positif dari Iran, sehingga risiko eskalasi konflik tetap tinggi. Washington bahkan telah meminta Israel untuk menahan diri dalam melakukan serangan agar jalur diplomasi tetap terbuka.
Di sisi komoditas, harga minyak dunia menunjukkan volatilitas tajam. Setelah sempat melonjak 18 persen dan turun ke level USD80 per barel, perdagangan terakhir ditutup naik 5,87 persen ke posisi USD88,31 per barel. Menyikapi tren kenaikan ini, International Energy Agency (IEA) berencana melepas 400 juta barel minyak untuk menstabilkan harga.
"Jika harga minyak terus naik, maka biaya logistik dan harga barang lain akan ikut terdorong naik," jelas David dalam Morning Update via Live IG, Kamis (12/3).
Dari dalam negeri, kabar penting datang dari sektor regulator dimana Frederica Widyasari Dewi resmi ditunjuk sebagai Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggantikan Mahendra Siregar. Frederica dikenal memiliki rekam jejak panjang di Bursa Efek Indonesia, sehingga diharapkan membawa kredibilitas dan arah kebijakan yang solid.
"Dengan kepemimpinan baru yang berpengalaman, kita menunggu bagaimana kebijakan OJK ke depan dalam menjaga stabilitas pasar," ujar David.
David Kurniawan menambahkan, ada tiga saham yang layak dicermati investor untuk perdagangan jangka pendek:
ULTJ
- Rekomendasi buy, entry di Rp1.595, target price Rp1.715, stop loss Rp1.530SILO
- Rekomendasi buy, entry di Rp2.780, target price Rp3.080, stop loss Rp2.650MEDC
- Rekomendasi buy on pullback, entry di Rp1.615-Rp1.630, target price Rp1.740, stop loss Rp1.555"Buat teman-teman yang belum punya ide bisa pantengin saham-saham tersebut," ucapnya.(Marjudin/AI)
Sumber : Admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发