PLN Indonesia Power (IP) menyiapkan 268 proyek pengembangan pembangkit listrik dengan total kapasitas tambahan mencapai 30.276,2 MW (30,2 GW) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pengembangan proyek pembangkit tersebut merupakan bagian dari Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, sekaligus mendukung upaya swasembada energi pemerintah melalui pengembangan pembangkit listrik yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.
Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, mengatakan rencana pengembangan pembangkit ini merupakan bagian dari transformasi strategis untuk menghadirkan sistem pembangkitan yang semakin ramah lingkungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PLN Indonesia Power berkomitmen untuk menjadi salah satu penggerak utama transisi energi nasional. Melalui pengembangan pembangkit baru yang semakin didominasi energi baru terbarukan serta upaya dekarbonisasi pembangkit eksisting," kata Bernadus dalam keterangan resminya, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan dari total 268 rencana proyek pengembangan tersebut, sekitar 28 GW di antaranya berasal dari alokasi RUPTL 2025. Sementara 2,2 GW merupakan proyek yang sudah mendapatkan penugasan sebelumnya.
Sehingga dari 268 proyek pembangkit tersebut, 255 proyek dalam alokasi RUPTL 2025 serta 13 proyek yang mendapatkan penugasan sebelumnya. Pengembangan proyek pembangkit itu dirancang tersebar di seluruh wilayah Indonesia guna mendukung pemerataan infrastruktur energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
"Dalam peta jalan menuju Net Zero Emission (NZE) 2060, PLN Indonesia Power menargetkan transformasi kapasitas pembangkit secara bertahap dari sekitar 23 GW pada 2025 menjadi sekitar 107 GW pada 2060," paparnya.
Menurutnya transformasi ini dilakukan perusahaan melalui dua inisiatif utama, yaitu pengembangan pembangkit baru dengan emisi rendah hingga nol karbon serta optimalisasi pembangkit eksisting agar lebih efisien dan rendah emisi.
Selain pembangunan pembangkit baru, perusahaan juga melakukan berbagai upaya dekarbonisasi pada pembangkit yang telah beroperasi. Langkah tersebut antara lain melalui penerapan biomass cofiring, pemanfaatan hidrogen dan biofuel, serta pengembangan teknologi carbon capture, utilization, and storage (CCUS).
"Dengan pendekatan ini, transisi energi dapat dilakukan secara bertahap tanpa mengurangi keandalan sistem kelistrikan," tambah Bernadus.
Dalam rencana pengembangan pembangkit hingga 2034, energi baru terbarukan (EBT) menjadi salah satu fokus utama pengembangan portofolio pembangkit PLN Indonesia Power, antara lain melalui pembangunan PLTS, PLTA, PLTB, dan PLTP, serta penguatan teknologi penyimpanan energi melalui Battery Energy Storage System (BESS) untuk mendukung integrasi energi terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional.
Menurut Bernadus, keberhasilan program pengembangan pembangkit ini juga sangat bergantung pada kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Kami membuka peluang kerja sama yang luas dengan berbagai mitra strategis, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk mempercepat realisasi proyek-proyek pembangkit ini. Kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," tutupnya.
Melalui langkah strategis tersebut, PLN Indonesia Power optimistis dapat memperkuat perannya sebagai perusahaan pembangkitan yang adaptif terhadap tantangan transisi energi sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di Indonesia.
Tonton juga video "Ratusan Personel PLN Dikerahkan Pulihkan RS dan Puskesmas di Aceh"
[Gambas:Video 20detik]
作者:Ignacio Geordi Oswaldo -,文章来源republika_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发