Harga CPO Melonjak, Didukung Kenaikan Minyak Mentah dan Permintaan Biodiesel

avatar
· 阅读量 859
  • Harga CPO melonjak 1,84% didorong minyak nabati, minyak mentah, dan B50 Indonesia.
  • Ketegangan Timur Tengah buat sawit menarik untuk biodiesel; ringgit melemah.
  • Ekspor moderat, biaya logistik naik; harga sawit berpotensi koreksi sebelum uji resistance.

Ipotnews - Minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia menguat, Kamis, didorong kenaikan minyak nabati pesaing, melonjaknya harga minyak mentah, serta ekspektasi permintaan biodiesel yang lebih tinggi setelah Indonesia mempercepat uji coba jalan untuk campuran B50.
Kontrak minyak sawit acuan untuk pengiriman Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melambung 83 ringgit, atau 1,84%, menjadi 4.582 ringgit (USD1.166,50) per ton metrik pada jeda tengah hari, setelah menyentuh level intraday tertinggi 4.628 ringgit, demikian laporan  Reuters,  di Jakarta, Kamis (12/3).
"Pergerakan kontrak berjangka saat ini dipengaruhi situasi minyak mentah; jika terjadi kenaikan besar di Dalian, Chicago, atau minyak mentah, harga sawit akan bereaksi," kata seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur. "Berita bahwa Indonesia mendorong implementasi B50 juga mendukung pasar."
Di pasar global, kontrak minyak kedelai aktif Dalian melesat 2,21%, sementara kontrak minyak sawitnya melejit 3,55%. Minyak kedelai di Chicago Board of Trade melonjak 1,18%.
Harga sawit biasanya mengikuti pergerakan minyak pesaing karena berkompetisi memperebutkan pangsa pasar minyak nabati (vegetable oil) global.
Selain itu, harga minyak mentah meroket seiring meningkatnya serangan Iran terhadap fasilitas minyak dan transportasi di Timur Tengah, memicu kekhawatiran konflik berkepanjangan dan gangguan aliran minyak melalui Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak mentah membuat sawit lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Indonesia mempercepat uji coba jalan untuk biodiesel B50, yang terbuat dari 50% sawit dan 50% minyak konvensional, sebagai antisipasi keterbatasan pasokan minyak mentah akibat konflik Timur Tengah, kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Rabu.
Ringgit Malaysia--mata uang yang digunakan untuk perdagangan sawit--melemah 0,38% terhadap dolar AS, sehingga membuat CPO lebih murah bagi pembeli dengan mata uang asing.
Namun, pesanan ekspor untuk pengiriman baru yang moderat setelah perang AS-Israel melawan Iran meningkatkan biaya logistik dan asuransi, menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).
Analis teknikal Reuters, Wang Tao, memperkirakan harga minyak sawit berpotensi mengalami koreksi moderat ke kisaran 4.494-4.514 ringgit per ton metrik sebelum kembali menguji level resistance di 4.616 ringgit. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 2
avatar
nice
avatar
👍👍

-THE END-

  • tradingContest