Daftar Daerah yang Mau Bangun Proyek Sulap Sampah Jadi Listrik

avatar
· 阅读量 451
Daftar Daerah yang Mau Bangun Proyek Sulap Sampah Jadi Listrik
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (tengah)/Foto: Retno Ayuningrum
Jakarta -

Pemerintah terus mempercepat proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy untuk mengatasi persoalan sampah. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut empat proyek PSEL akan groundbreaking pada Juni.

Zulhas mengatakan keempat proyek tersebut saat ini sudah masuk tahap kontrak yang diumumkan oleh Danantara. Proyek ini menjadi bagian dari tahap pertama percepatan pengolahan sampah nasional. Adapun lokasinya di Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta.

"Sudah kontrak, sudah ada empat (proyek), yaitu Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta. Juni Insyaallah akan groundbreaking mulai pekerjaan. Nah itu tahap satu," ujar Zulhas dalam rakortas di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Sampah di Jakarta 8.000 Ton Per Hari, Proyek Sulap Jadi Listrik Mesti Dikebut

Tak hanya di empat lokasi tersebut, pemerintah juga tengah menyiapkan tahap kedua di 14 titik PSEL. Namun, baru 10 lokasi yang sudah ditentukan.

"Tahap dua, kita akan selesaikan kira-kira ada 14 lagi mudah-mudahan nih. Tadi kita rapat, sudah ada 10 lokasi, antara lain Lampung, Medan, Semarang, Surabaya, Tangerang, Kota Tangerang, Serang, dan tambah 3 (lokasi) Jakarta," tambah Zulhas.

ADVERTISEMENT

Untuk merealisasikannya, pemerintah tidak bekerja sendiri. Zulhas menjelaskan pemerintah berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hingga perguruan tinggi, seperti ITB untuk menciptakan teknologi pengolahan alat yang tepat guna.

Zulhas menegaskan langkah ini diambil karena kondisi sampah di berbagai daerah sudah masuk tahap mengkhawatirkan.

"Sampai dua tahun ini kita akan selesaikan sampah ini, tentu yang waste to energy. Kemudian perkantoran, perumahan, sekolah, pasar harus kita selesaikan di tempat. Tinggal yang menunggu mungkin lama itu di rumah-rumah tangga karena merubah peradaban itu tidak mudah," jelasnya.

Indonesia Darurat Sampah

Zulhas menilai permasalahan sampah di Indonesia sudah mengerikan, termasuk Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Bahkan ia mengibaratkan tumpukan sampah bak gedung belasan lantai. Ia menyebut volume sampah yang menumpuk di Jakarta sudah mencapai 8.000 ton setiap hari.

"Jakarta itu hampir 8.000 ton setiap hari sampah lho itu, sehingga sudah seperti gedung, berapa itu Bantar Gebang, 16 lantai, 17 lantai," tutur Zulhas.

Ia juga menyoroti tragedi longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang. Kondisi Bantargebang yang kian mengkhawatirkan itu menjadi alasan kuat mengapa pemerintah harus melakukan percepatan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy.

Baca juga: 4 Proyek Sulap Sampah Jadi Listrik Bakal Dimulai Juni, Ini Lokasinya

Pemerintah telah menyiapkan tiga titik proyek PSEL di Jakarta yang masuk dalam proyek tahap kedua. Pertama, TPST Bantargebang. Proyek tersebut akan mampu mengolah 3.000 ton per hari di sana.

"(Proyek kedua) ada juga di Tanjungan, itu luas lahan 8 hektare, itu bisa 2.000 ton per hari sampah baru. Yang ketiga di Sunter, yang dekat JIS itu, itu juga bisa di atas 2.000 ton per hari," jelas Zulhas.

Halaman 2 dari 2
Daftar Daerah yang Mau Bangun Proyek Sulap Sampah Jadi Listrik
(rea/acd)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest