Skenario Terburuk Harga Minyak Imbas Perang AS & Israel Vs Iran

avatar
· 阅读量 298
Skenario Terburuk Harga Minyak Imbas Perang AS & Israel Vs Iran
Foto: Ilustrasi Harga Minyak Dunia (Denny Pratama/detikcom)
Jakarta

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan kondisi terkini konflik di Timur Tengah. Luhut mengatakan situasinya masih fluktuatif dan Iran diprediksi tidak seterusnya menutup selat Hormuz.

Pasalnya, kata Luhut, perekonomian Iran sangat bergantung pada minyak. Selain itu, negara tersebut juga memiliki fasilitas pengolahan minyak yang besar di wilayahnya.

"Iran juga punya kepentingan untuk mereka survive. Jadi Hormuz itu tidak mungkin akan ditutup seterusnya," ujar Luhut dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Luhut pun menyampaikan sejumlah skenario yang akan terjadi terhadap harga minyak jika perang di timur tengah tak kunjung berakhir.

Baca juga: Dampak Ngeri Konflik Timur Tengah ke RI: BBM Mahal, Defisit, dan Utang Bengkak

ADVERTISEMENT

Menurut Luhut jika eskalasi konflik meningkat dan terjadi serangan langsung Iran terhadap aset Amerika di kawasan Teluk, harga minyak bisa melonjak hingga US$ 110-150 per barel.

Sementara jika konflik meningkat tetapi akses Selat Hormuz masih terbatas, harga minyak diperkirakan berada di kisaran US$ 80-110 per barel.

"Deeskalasi, kami juga akan melihat bahwa itu akan diturunkan US$ 65-80 dolar. Tapi kita semua, ya, hati-hati mengenai ini," katanya.

(hns/hns)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest