IDXChannel - Konflik Timur Tengah yang masih memanas masih akan menjadi ujian bagi bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street pekan depan.
Investor akan mencari kejelasan bagaimana konflik yang melibatkan AS-Israel versus Iran itu bakal mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini.
Indonesia Tunda KTT D-8 Imbas Kondisi Timur Tengah yang MemanasAdapun para pembuat kebijakan di Federal Reserve (The Fed) akan menggelar pertemuan pada 17-18 Maret mendatang, di mana dampak guncangan energi terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi akan menjadi sorotan.
Pasar kini mulai memangkas ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga setelah konflik tersebut, meskipun harapan penurunan suku bunga sebelumnya menjadi salah satu sumber optimisme utama bagi investor saham yang bersikap bullish tahun ini.
Impor LPG dari Timur Tengah Dialihkan, Pemerintah Jamin Pasokan Aman"Fed akan menjadi pusat perhatian, terutama mengingat pasar telah mendorong kembali ekspektasi pemangkasan suku bunga ini," kata Senior Global Investment Strategist di Edward Jones, Angelo Kourkafas, dilansir Reuters, Sabtu (14/3/2026).
Indeks saham AS telah melemah dan volatilitas pasar ekuitas meningkat sejak perang Iran dimulai. Investor kini fokus pada pergerakan besar harga minyak, dengan minyak mentah AS sempat melonjak mendekati USD120 per barel pada awal pekan, sebelum ditutup pada Jumat di sekitar level yang diawasi ketat, yaitu USD100 per barel.
Wall Street Ditutup Melemah, Sejumlah Indeks Terpukul oleh Perang di Timur TengahIran menyatakan dunia harus bersiap menghadapi harga minyak hingga USD200 setelah pasukannya menyerang kapal-kapal dagang sepanjang pekan ini.
Indeks acuan S&P 500 pada Jumat ditutup sekitar 5 persen di bawah rekor penutupan tertingginya pada akhir Januari, sekaligus mencatat penurunan mingguan ketiga berturut-turut.
作者:14/03/2026 17:35 WIB,文章来源Idxchannel,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发