Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Pasar AS ditutup melemah pada Jumat (13 Mar); Dow -0.26%; S&P 500 - 0.61%; dan Nasdaq -0.93%. Saham AS turun terutama akibat kenaikan harga minyak, data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, serta ketegangan geopolitik. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 0.37% ke 4.277%; sementara Indeks Dolar AS menguat 0.62% ke 100.36.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup menguat pada Jumat (13 Mar); minyak WTI naik 3.11% ke USD 98.71/barel; minyak Brent naik 2.67% ke USD 103.14/barel; batu bara turun 1.05% ke USD 137.30/ton; CPO naik 0.68% ke MYR 4,572/ton; dan emas turun 1.18% ke USD 5,019/oz.
Pasar Asia ditutup melemah pada Jumat (13 Mar); Hang Seng Index turun 0.98%; Nikkei 225 turun 1.16%; dan Shanghai Composite Index turun 0.82%. Jakarta Composite Index turun 3.05% ke 7,137.21; dengan aksi jual bersih asing sebesar Rp117.2 miliar; yang terdiri dari net sell Rp221.5 miliar di pasar reguler; dan net buy Rp104.3 miliar di pasar negosiasi. Aksi jual bersih asing terbesar di pasar reguler terjadi pada Bank Mandiri (BMRI) (Rp470.3 miliar); Bank Negara Indonesia (BBNI) (Rp178.2 miliar); dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) (Rp133.6 miliar); sementara pembelian bersih asing terbesar tercatat pada Adaro Andalan Indonesia (IDX: AADI) (Rp104.9 miliar); Energi Mega Persada (IDX: ENRG) (Rp70.4 miliar); dan Astrindo Nusantara Infrastruktur (IDX: BIPI) (Rp69.7 miliar). Saham penggerak utama kenaikan adalah SMMA, ADMR, dan AADI; sementara saham penekan utama adalah DSSA, AMMN, dan DCII.
Adapun diperdagangan Senin (16/3) pagi ini, KOSPI (+0.37%) dibuka menguat; dan Nikkei 225 (-0.26%) dibuka melemah.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, kami memperkirakan Jakarta Composite Index akan melemah di tengah sentimen negatif dari pasar global dan regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset Senin (16/3).

暂无评论,立马抢沙发