IDXChannel - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (16/3/2026).
Kekhawatiran bahwa inflasi akibat konflik di Timur Tengah dapat membuat suku bunga bertahan tinggi lebih lama menekan harga logam mulia tersebut, meski dolar AS melemah dan permintaan aset safe haven masih bertahan.
Beda Nasib BRMS-AMMN dan EMAS, ARCI, PSAB di Indeks Emas GlobalEmas spot turun 0,30 persen menjadi USD5.006,19 per troy ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 19 Februari pada awal sesi.
Dolar AS terkoreksi dari puncak tertinggi dalam 10 bulan terakhir, membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Minta Restu Go Private, Indonet (EDGE) Gelar RUPSLB Usai Lebaran“Dengan harga minyak yang lebih tinggi, inflasi juga meningkat. Jika inflasi benar-benar naik, bank sentral tidak akan semotivasi enam bulan lalu untuk memangkas suku bunga, dan itu menjadi sentimen negatif bagi harga emas,” kata Senior Market Strategist RJO Futures Bob Haberkorn, seperti dikutip Reuters.
Dia menambahkan, “Namun, saya masih sangat bullish terhadap emas mengingat kondisi yang terjadi di seluruh dunia. Masih banyak dana yang berada di pinggir pasar menunggu masuk, dan saya masih mengantisipasi harga emas mencapai USD6.000 per ons.”
作者:17/03/2026 06:45 WIB,文章来源Idxchannel,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发