Suasana Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, jelang libur Lebaran siang ini tampak ramai. Antrean penumpang kereta yang mengular hingga pintu pemeriksaan tiket ditambah mereka yang lalu lalang dengan bawaannya masing-masing membuat suasana sangat padat dan sulit untuk bergerak.
Di tengah hiruk pikuk keramaian itu terdapat sekelompok petugas berseragam kuning terus berkeliling menawarkan jasa angkut barang kepada para penumpang kereta. Mereka ada adalah pramuantar alias porter.
Beberapa di antaranya terlihat sedang sibuk memanggul kardus-kardus yang terikat kencang dengan tali rafia maupun tas atau koper milik penumpang masuk menuju peron keberangkatan. Sementara yang lain terlihat tengah berdiri dekat keramaian sembari menawarkan jasa angkut mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang pengurus porter Stasiun Pasar Senen, Khamid, menjelaskan mereka yang bertugas terbagi dalam dua tim yakni tim ganji yang dipimpinnya dan tim genap. Pembagian tim ini disesuaikan dengan nomor porter yang tertera pada masing-masing seragam, mereka yang bernomor ganjil masuk tim ganji dan mereka yang bernomor genap masuk tim genap.
Kedua tim ini secara bergantian setiap minggu akan mengisi shift pagi dan shift malam. Shift pagi masuk mulai pukul 07.00 WIB dan pulang pukul 19.00 WIB, kemudian disambung shift malam mulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB.
Sementara untuk sistem cara sewa jasa porter di Stasiun bisa dilakukan melalui aplikasi E-Porter. Melalui aplikasi ini para penumpang bisa langsung memesan jasa porter dengan mudah.
"Sebagian orang sih masih bingung kalau pakai aplikasi. Kalau yang sudah pengalaman, misalnya orang jauh-jauh mau ke sini, sudah mesen dulu gitu," terangnya kepada detikcom, Selasa (17/3/2026).
Porter Foto: Ignacio Geordy Oswaldo |
Baca juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Pasokan BBM dan LPG Dipastikan Aman |
Hal senada juga disampaikan oleh porter tim ganjil lain, Irwansyah. Ia mengatakan total juru angkut barang alias porter yang resmi terdaftar di Stasiun Pasar Senen berjumlah 172 orang. Dengan begitu di setiap tim terdapat 86 porter yang bertugas.
Namun karena sifat pekerjaan porter yang hanya menjadi 'mitra' layanan stasiun, mereka tidak diwajibkan untuk datang atau masuk kerja setiap hari. Sehingga setiap harinya jumlah mereka yang datang untuk mencari cuan bisa sangat berbeda-beda, meski mayoritas akan hadir saat musim libur Lebaran seperti sekarang ini.
"Porter tim ganap-ganjilnya jumlahnya 172 kurang lebih. Kalau ini kita tim ganjil kita kena shift pagi. Jadi nanti pas jam 7 malam, ganap. Kalau yang masuk berapa ya tergantung yang mau, karena kita nggak ada gajian, pokoknya nggak ada. Kita ambil gajian harian dari penumpang, kan jasa," paparnya.
Lebih lanjut ia mengatakan para porter ini dibebaskan untuk 'mangkal' atau bersiap di area stasiun mana saja. Selain itu waktu mereka untuk beraktivitas maupun istirahat di stasiun juga cukup dibebaskan.
Meski begitu, menurutnya para porter ini tidak pernah berebut membawa barang penumpang. Sebab saat satu penumpang sudah diikuti oleh satu porter, maka yang lain akan mencari penumpang lain untuk menawarkan jasa.
Alih-alih berebut cuan, bahkan saat musim ramai penumpang seperti jelang Lebaran 2026 ini, para porter malah cenderung kewalahan membantu para penumpang. Hingga akhirnya mereka yang sudah lelah biasanya akan bergeser sedikit ke luar bangunan stasiun untuk beristirahat.
"Saya sebenarnya mau istirahat dulu nih, kepala saya pusing. Ruang di dalam sana tuh ramai. Nah, seperti ini saya mau rehat sebentar," tutur Irwansyah.
(igo/fdl)作者:Ignacio Geordi Oswaldo -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。


暂无评论,立马抢沙发