IDXChannel - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah dari level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir seiring lonjakan harga energi yang mengubah arah kebijakan suku bunga global.
Di tengah kondisi ini, Federal Reserve (The Fed) menjadi satu-satunya bank sentral utama yang diperkirakan belum menaikkan suku bunga tahun ini.
Harga Minyak Turun, Potensi Pelonggaran Sanksi Iran Redam Kekhawatiran PasokanMelansir Investing, Jumat (20/3/2026), sebelum pecahnya konflik antara AS-Israel dan Iran pada akhir Februari, pelaku pasar sempat memperkirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada 2026. Namun kini, ekspektasi tersebut memudar dan bahkan peluang satu kali pemangkasan pun dinilai semakin kecil.
Sebaliknya, bank sentral utama lainnya justru mengarah pada kebijakan yang lebih agresif (hawkish) dalam merespons lonjakan harga energi akibat terganggunya pasokan minyak dan gas dari Timur Tengah.
Bursa Asia Bergerak Mixed, Harga Minyak dan Kebijakan Moneter China Pengaruhi PasarSejumlah mata uang utama dunia pun menguat terhadap dolar AS. Euro, yen Jepang, poundsterling, franc Swiss, hingga dolar Australia mencatatkan penguatan mingguan seiring ekspektasi kenaikan suku bunga di masing-masing kawasan.
作者:20/03/2026 16:30 WIB,文章来源Idxchannel,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发