Wall Street Dibuka Melemah, Konflik Timur Tengah Turunkan Ekspektasi Suku Bunga

avatar
· 阅读量 1,469
Wall Street Dibuka Melemah, Konflik Timur Tengah Turunkan Ekspektasi Suku Bunga
Wall Street Dibuka Melemah, Konflik Timur Tengah Turunkan Ekspektasi Suku Bunga. Foto: AP.

IDXChannel - Indeks utama Wall Street melemah pada Jumat (20/3/2026) seiring perang Iran dengan AS-Israel memasuki pekan keempat. Konflik geopolitik yang mengguncang pasar energi ini mendorong investor menilai ulang ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 110,31 poin atau 0,24 persen menjadi 45.911,12, sementara S&P 500 melemah 46,58 poin atau 0,71 persen menjadi 6.559,91, dan Nasdaq Composite turun 259,01 poin atau 1,17 persen menjadi 21.831,68.

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Melemah, Konflik Timur Tengah Turunkan Ekspektasi Suku Bunga Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Biaya Penerbangan, Ongkos Haji Dipastikan Tak Naik

Konflik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda setelah Iran menyerang kilang minyak di Kuwait. Selain itu, sebuah laporan menyebut pemerintahan Donald Trump tengah merencanakan pendudukan atau blokade Pulau Kharg milik Iran untuk menekan Teheran agar kembali membuka Selat Hormuz.

Investor juga mencermati upaya sejumlah negara besar untuk mengembalikan keseimbangan pasokan energi global. Harga minyak Brent berfluktuasi sepanjang hari dan terakhir diperdagangkan di sekitar USD108 per barel.

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Melemah, Konflik Timur Tengah Turunkan Ekspektasi Suku Bunga Daftar Negara yang Terpukul Ekonominya Imbas Perang Timur Tengah, Ada RI?

Sentimen positif datang dari FedEx, yang sering dianggap sebagai indikator aktivitas bisnis global. Perusahaan itu mengeluarkan proyeksi optimistis dan menyatakan permintaan global tetap stabil meski ada ketegangan geopolitik, sehingga sahamnya naik 3,4 persen. Pesaingnya, United Parcel Service, juga menguat 0,6 persen.

Meski demikian, investor masih menilai dampak kenaikan harga minyak terhadap laba perusahaan, terutama menjelang akhir kuartal pertama.

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Melemah, Konflik Timur Tengah Turunkan Ekspektasi Suku Bunga Pemerintah Siapkan Sejumlah Opsi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Tengah Konflik Timur Tengah

“Semakin lama situasi ini berlangsung, perusahaan akan mulai melaporkan dalam laporan laba bahwa mereka menghadapi tekanan harga, dan itu bisa terjadi di seluruh rantai pasokan,” kata co-head of equity trading di Themis Trading, Joe Saluzzi.

Halaman : 1 2

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest