Sawit Menguat, Terkatrol Depresiasi Ringgit di Tengah Konflik Amerika-Iran

avatar
· 阅读量 2,627
  • Harga CPO naik 0,41% terdorong ringgit lemah, tapi turun mingguan 0,30% karena perang Timur Tengah.
  • Sawit mengikuti tren minyak nabati; minyak mentah turun, kurangi daya tarik biodiesel.
  • Malaysia perkuat pasokan pupuk setelah kenaikan biaya akibat konflik dan pembatasan ekspor China.

Ipotnews - Harga minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia menguat, Jumat, didorong depresiasi nilai ringgit, meski masih menuju penurunan mingguan pertama dalam empat pekan akibat ketidakpastian perang di Timur Tengah dan prospek minyak mentah.
Kontrak acuan sawit untuk pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 19 ringgit, atau 0,41%, menjadi 4.602 ringgit (USD1.149,06) per metrik ton pada jeda tengah hari. Sepanjang minggu ini, kontrak tersebut tercatat turun 0,30%, demikian laporan  Reuters,  di Kuala Lumpur, Jumat (27/3).
Menurut Paramalingam Supramaniam, Direktur Pelindung Bestari, perusahaan pialang yang berbasis di Selangor, pasar masih menimbang ketidakpastian terkait perang dan arah harga minyak mentah berikutnya, sementara pelemahan ringgit memberikan dukungan tambahan bagi harga sawit.
Di pasar global, kontrak minyak kedelai (soyoil) paling aktif Dalian menguat 0,67%, sedangkan kontrak sawitnya melonjak 1,38%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade naik tipis 0,1%.
Harga sawit kerap mengikuti pergerakan minyak pesaingnya karena berkompetisi memperebutkan pangsa pasar minyak nabati (vegetable oil) global.
Sementara itu, harga minyak mentah melorot dan berada di jalur penurunan mingguan terdalam dalam enam bulan terakhir setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan untuk mengakhiri konflik dengan Iran berjalan baik, dan dia akan menunda serangan pada fasilitas energi negara itu selama 10 hari.
Pelemahan harga minyak mentah membuat sawit menjadi opsi yang kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Ringgit, yang menjadi patokan perdagangan sawit, melemah 0,33% terhadap dolar AS, membuat komoditas ini lebih murah bagi pembeli dengan mata uang asing.
Malaysia, salah satu eksportir sawit terbesar dunia, menerapkan langkah-langkah untuk memperkuat pasokan pupuk setelah konflik Timur Tengah dan pembatasan ekspor dari China mendorong kenaikan biaya bahan baku serta menyebabkan krisis pasokan domestik, kata pihak berwenang. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest