Antrean panjang kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina sejak pagi hingga siang hari ini, Selasa (31/3).
Kondisi ini seperti yang terjadi di salah satu SPBU Pertamina dengan kode 34.17137 di kawasan Pulo Gebang, Jakarta Timur. Sejak pagi, antrean panjang terlihat khususnya di dua baris area pengisian bensin untuk motor.
Diketahui, area isi bensin untuk motor ini menyediakan BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Bahkan saking banyaknya motor yang mengantre, terdapat satu baris motor lagi yang mengisi di area isi mobil untuk pengisian Pertamax.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama detikcom berada di lokasi, terlihat antrean panjang untuk motor ini tak kunjung terurai. Sebab setiap kendaraan yang keluar, masuk kendaraan yang lain untuk mengisi BBM. Antrean mobil juga sama padatnya.
Di SPBU Pertamina lain dengan kode 34.17138 kawasan Pulo Gebang, terlihat antrean motor jauh lebih panjang dari SPBU sebelumnya. Di stasiun pengisian BBM ini mayoritas pembeli adalah pengendara motor.
Di mana area pengisian bensin untuk motor dan mobil juga dipisah. Namun di SPBU ini area isi bensin motor hanya melayani pengisian jenis Pertalite, sedangkan untuk pengisian Pertamax digunakan satu baris di area isi mobil paling pinggir.
Antrean SPBU Pertamina Foto: Ignacio Geordy Oswaldo |
Baca juga: Bahlil Bocorkan Jenis BBM yang Harganya Bakal Naik! |
Kondisi ini membuat antrean panjang terjadi di dua baris untuk pengisian BBM jenis Pertalite dan Pertamax. Sementara untuk pengisian bahan bakar mobil di area ini tampak cukup padat, berbeda dengan SPBU sebelumnya.
Sama tapi tak serupa, di SPBU Pertamina lain dengan kode 34-17116 di kawasan Bintara, Bekasi Barat juga terlihat antrean yang cukup panjang. Di kawasan ini terdapat dua baris antrean untuk pengisian BBM di area motor untuk Pertalite, dua baris antrean motor di area mobil untuk isi Pertalite dan Pertamax.
Meski begitu, secara keseluruhan mayoritas pembeli yang ditemui detikcom membeli bensin jenis Pertalite. Sementara hanya sedikit yang membeli bahan bakar non-subsidi Pertamax.
"Biasa isi Pertamax, ada dengar sih katanya kemungkinan bisa naik. Ya mau gimana lagi? Cuma belum tahu bakal naik berapa kan?" kata salah seorang pembeli Pertamax saat ditemui detikcom, Selasa (31/3/2026).
"Kalau emang bakal naik, kalau bisa sih jangan tinggi-tinggi. Soalnya kan ini naik motor buat kerja. Kalau naiknya ketinggian mau nggak mau pindah Pertalite," sambungnya.
Sebagai informasi, Pada media sosial X beredar informasi soal Bahan Bakar Minyak (BBM) bakal naik pada April 2026. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman buka suara merespons hal itu.
Laode mengatakan, untuk harga BBM nonsubsidi, pengumuman resmi bakal keluar pada 1 April 2026. Sementara harga BBM subsidi dipastikan tidak mengalami perubahan.
"Untuk BBM Nonsubsidi kita tunggu 1 April saja ya," ujar Loader kepada detikcom.
(igo/fdl)作者:Ignacio Geordi Oswaldo -,文章来源republika_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。


暂无评论,立马抢沙发