Memasuki pekan keenam sejak serangan pertama Amerika Serikat kepada Iran pada 28 Februari 2026 lalu, sejumlah negara sudah semakin merasakan dampaknya. Bagi Indonesia, dampak perang semakin terasa sejak pekan lalu tatkala masyarakat digegerkan dengan wacana kenaikan harga BBM. Meski pemerintah memastikan jika harga minyak konsumsi tidak naik, masyarakat sudah terlanjur khawatir terhadap efek dominonya.
Belum tuntas dengan kekhawatiran kenaikan harga bahan bakar, warga kini tengah diramaikan dengan kenaikan harga plastik yang mencapai 50%. Kenaikan ini merupakan dampak dari tersendatnya pasokan bahan baku yang akhirnya berimbas pada stok di pasaran.
Mengutip detikFinance, Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor plastik besar di kawasan Asia tenggara. Seperti data yang dimiliki Badan Pusat Statistik, pada Februari 2026 saja, negara ini mengimpor plastik dan barang dari plastik (HS 39) senilai US$ 873,2 juta atau setara Rp 14,78 triliun (kurs Rp 16.927) pada Februari 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, warga masih bisa bernapas lega tatkala Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan jika stabilitas ekonomi Indonesia sejauh ini tetap terjaga. Meski demikian, dalam ketidakpastian global akibat eskalasi geopolitik ini, Ekonomi Indonesia bisa saja jatuh. Berdasarkan berbagai indikator perekonomian, ia justru melihat adanya perbaikan ekonomi.
"Kalau ada pelemahan (ekonomi), kita akan memperbaiki secepatnya. Jadi Kemenkeu sudah menerapkan early warning system yang cukup untuk perekonomian kita," kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).
Bagi masyarakat sendiri, komitmen negara untuk menahan kenaikan harga BBM hingga akhir 2026 nanti merupakan jaminan jika beban hidup tidak terlalu terdampak oleh konflik di Timur Tengah. Lalu bagaimana dampak perang bagi pengusaha dan pelaku sektor keuangan? Sejauh mana kebijakan pemerintah mampu menjadi tameng ekonomi negara di masa perang? Simak diskusinya dalam Editorial Review bersama Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI.
Beralih ke informasi daerah, detikSore akan mengulas lebih lanjut peristiwa penganiayaan berujung tewasnya pemilik acara hajatan di Purwakarta, Jawa Barat. Seperti ditulis detikJabar sebelumnya, warga Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, bernama Dadang tewas dikeroyok sejumlah pemuda yang dikenal sebagai preman kampung setempat.
Peristiwa ini terjadi tatkala Dadang mengadakan pesta pernikahan anak Dadang. Pengeroyokan ini bermula saat Dadang menolak membayar uang jatah preman kepada para pelaku. Sebenarnya Dadang sudah memberi uang sebesar Rp 100 ribu, namun para pelaku meminta lebih.
Bagaimana perkembangan kasus ini? Simak laporan Jurnalis detikJabar selengkapnya.
Memperingati Hari Buku Anak Sedunia, detikSore menghadirkan sosok ilustrator buku anak. Dia adalah David Kristian Thio, ilustrator buku cerita anak profesional yang telah menekuni bidang ini sejak 2017.
Bukan perkara mudah, pekerjaan sebagai ilustrator buku anak memiliki tantangan tersendiri. Selain menciptakan karakter menarik, mereka harus memberikan sentuhan yang membuka wahana fantasi kepada pembacanya.
Profesi ini kian menantang tatkala era AI sudah masuk ke setiap sektor. Bagaimana David menjawab tantangan ini? Apa saja nilai tambah yang dapat ia sumbangkan bagi perkembangan anak Indonesia? Temukan jawabannya hanya di Sunsetalk.
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"
作者:20detik Signature -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发