Ekspor Produk Perikanan RI Capai Rp 107 T Sepanjang 2025

avatar
· 阅读量 443
Ekspor Produk Perikanan RI Capai Rp 107 T Sepanjang 2025
Sektor Perikanan/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor produk perikanan Indonesia sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai US$ 6,27 miliar atau sekitar Rp 107,11 triliun (kurs Rp 17.084/dolar AS). Capaian ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan capaian ekspor ini didorong oleh kenaikan produksi kelautan dan perikanan Indonesia yang secara konsisten rata-rata tumbuh sekitar 3,8% sepanjang tahun kemarin.

"Produksi mencapai 26,25 juta ton menjadi capaian tertinggi yang terdiri atas 11,65 juta ton rumput laut, 7,85 juta ton perikanan tangkap, dan 6,75 juta ton perikanan budidaya. Nilai ekspor produk perikanan Indonesia meningkat juga mencapai US$ 6,27 miliar di tahun 2025, juga menjadi capaian tertinggi dalam 5 tahun terakhir," kata Trenggono dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Trenggono mengatakan untuk realisasi ekspor produk perikanan pada dua bulan pertama 2026 baru mencapai US$ 960 juta atau Rp 16,4 triliun. Menurutnya jumlah ini mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, meski ia tidak merinci lebih jauh.

"Hingga Februari 2026 nilai ekspor tercatat sebesar US$ 960 juta yang secara year-on-year masih menunjukkan perlambatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," paparnya.

ADVERTISEMENT

Selain perlambatan realisasi impor, sektor kelautan dan perikanan Indonesia sekarang ini juga sedang menghadapi dua tantangan sekaligus, yakni dampak konflik di Timur Tengah dan siklus El Nino.

Baca juga: Kampung Nelayan Merah Putih di Nusa Tenggara Bakal Kerek Ekonomi Rp 29 M

Trenggono menjelaskan konflik di Timur Tengah berpotensi menurunkan tingkat produktivitas para nelayan dalam negeri sebagai implikasi dari kenaikan harga BBM akibat krisis energi global. Sebab sampai saat ini 100% atau seluruh nelayan di Indonesia masih sangat bergantung pada BBM untuk bisa melaut.

"Lalu kemudian harga-harga akibat dari distribusi juga masih terpengaruh sehingga rantai pasok dari hasil perikanan juga berpotensi mengakibatkan penurunan volume ekspor, hingga penurunan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global," sambungnya.

Sementara untuk dampak dari tantangan el nino, menurutnya fenomena ini berpotensi memicu penguapan atau evaporasi air laut berlebihan. Di mana kondisi ini berpotensi mengakibatkan lonjakan salinitas atau peningkatan kadar garam (keasinan) air laut yang secara langsung merusak ekosistem, pesisir, dan laut.

"Tingginya tingkat evaporasi dapat menyebabkan lonjakan salinitas, yang berimplikasi pada meningkatnya risiko wabah penyakit pada komoditas budidaya, serta berpotensi mempercepat degradasi ekosistem karbon biru yang pada akhirnya dapat meningkatkan emisi karbon secara signifikan," terang Trenggono.

Meski begitu, di tengah dinamika global imbas konflik di Timur Tengah dan dampak ngari dari el nino, KKP memproyeksikan tingkat produksi ikan dan hasil laut nasional untuk periode April hingga Desember 2026 dapat mencapai 10,56 juta ton.

"Angka ini terdiri dari kontribusi produksi ikan tangkap sebesar 5,42 juta ton, serta produksi ikan budidaya sebesar 5,15 juta ton. KKP terus memantau secara ketat komoditas utama perikanan di delapan kota besar yang menjadi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan, kami dapat melaporkan bahwa status ketersediaan ikan berada pada kategori aman hingga Juni 2026," pungkasnya.

(igo/fdl)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest