Situasi ekonomi global saat ini dibayangi ketidakpastian imbas ketegangan geopolitik di sejumlah wilayah, termasuk Timur Tengah. Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyampaikan Indonesia mempunyai sumber daya alam (SDA) yang melimpah sehingga menjadi bantalan ekonomi Indonesia melalui penerimaan pajak.
Misbakhun mengatakan Indonesia penghasil Crude Palm Oil (CPO), batu bara, hingga nikel terbesar dunia. Tak ketinggalan, Indonesia juga masih dapat memproduksi minyak.
"Kita masih bersyukur di dalam ekonomi Indonesia ini adalah negara yang mempunyai resources ekonomi yang sangat besar, sehingga dengan multi-resources seperti itu, masih memberikan bantalan kuat bagaimana penerimaan pajak," ujar Misbakhun dalam acara Outlook Indonesia: Peran Penggerak Ekonomi Nasional di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Outlook Indonesia dipersembahkan oleh Komisi XI DPR RI bersama detikcom didukung oleh Danantara Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, Otoritas Jasa Keuangan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Baca juga: Harga BBM Tak Naik, Misbakhun: Perintah dari Presiden |
Misbakhun menilai penerimaan pajak mulai tumbuh dan berada dalam jalur yang benar seiring penggunaan Coretax. Namun, ia mengakui masih ada beberapa persoalan terkait sistem Coretax yang harus diselesaikan.
"Tetapi manfaat Coretax mulai bisa dirasakan. Penerimaan pajak mulai berada dalam jalur yang banyak," tambah Misbakhun.
Misbakhun menjelaskan, pola ekonomi Indonesia biasanya mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga komoditas saat harga minyak dunia melambung. Hal ini sering kali menjadi penyeimbang (offset) bagi beban fiskal negara.
"Tentunya kalau biasanya dalam setiap krisis, ketika harga minyak naik, pasti diikuti oleh harga komoditas yang naik. Batu bara naik, CPO naik, kemudian karet naik, nikel naik, dan lain-lain. Diharapkan itu akan tertutup nantinya, ter-offset kalau kita mendapatkan default rating. Kita beberapa kali dalam banyak momen kejadian krisis, Indonesia termasuk yang diuntungkan dari default rating. Nah, inilah yang diharapkan menjadi bantalan fisikal kita nanti ke depan," terang Misbakhun.
(rea/ara)作者:Retno Ayuningrum -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发