Peluang di Tengah Perang Iran, 4 Sektor Ini Jadi Target Investasi Danantara

avatar
· 阅读量 415
Peluang di Tengah Perang Iran, 4 Sektor Ini Jadi Target Investasi Danantara
Foto: Chief Information Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (BP Danantara) Pandu Sjahrir. Foto: Retno Ayuningrum/detikcom)
Jakarta

Setahun lebih Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berdiri. Melalui Danantara, pemerintah dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi domestik melalui investasi di berbagai sektor usaha.

Namun upaya ini berjalan bukan tanpa tantangan, terlebih di tengah ketidakpastian ekonomi global imbas perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pihaknya terus mengkaji portofolio investasi yang dimiliki BPI saat ini. Langkah ini dimaksudkan untuk menjamin seluruh portofolio investasi yang dimiliki BPI dapat memberikan keuntungan di tengah konflik tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi pagi kita baru stress-testing kita punya portfolio. Karena memang melihat ketidakpastian di di Timur Tengah memang bukan hanya soal Indonesia saja, tapi semua negara tetangga mengalami hal yang sama," kata Pandu dalam acara Outlook Indonesia: Peran Penggerak Ekonomi Nasional di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (7/4/2026).

Dalam hal ini, Pandu mengakui jika konflik di Timur Tengah ini berdampak signifikan terhadap peningkatan biaya modal (cost of capital) dan risiko investasi baik secara global maupun domestik. Namun ia percaya di balik krisis selalu ada peluang investasi baru yang bisa menjadi 'target' Danantara.

ADVERTISEMENT

Menurutnya saat ini setidaknya sudah ada empat sektor usaha yang sedang dipelajari oleh Danantara untuk dikembangkan, yakni sektor ketahanan pangan, hilirisasi, sektor kesehatan, dan infrastruktur digital.

"Saya akan sebut saja sektor-sektor yang orang kita sedang pelajari. Satu di energy security, kedua di sisi downstream hilirisasi yang memang sedang kita lihat sekarang, ketiga juga kita lihat di sisi healthcare, dan keempat di sisi digital infrastructure," lanjut Pandu.

Menurutnya keempat sektor ini saling berkaitan satu sama lain, terutama untuk sektor ketahanan energi dan infrastruktur digital. Sebab perkembangan teknologi dan maraknya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memerlukan sumber daya yang sangat besar untuk tetap beroperasi.

"When you talk about artificial intelligence and all the opportunities that will come, ada satu yang sebenarnya menjadi backlog mereka, which is energy. Energy is AI. AI itu membutuhkan energi," ujarnya.

"Sumber energi yang murah dan juga access to clean water. Salah satu negara yang paling kaya di sini. So how can we utilize penggunaan energi atau kemampuan energi kita untuk bisa mendapatkan sumber dari sisi AI, which is digital infrastructure. Itulah opportunity yang menurut saya sangat menarik." sambung Pandu.

Di luar itu, Pandu turut melaporkan dalam sepekan terakhir pihaknya telah menjalin dua kerja sama investasi baru. Pertama Danantara bersama dengan SMBC Aviation Capital membentuk platform investasi aviation leasing, Mandiri Aviation Leasing Fund.

Kemudian kedua Danantara juga baru melakukan kesepakatan dengan Qatar Investment Authority terkait investasi pembangunan fasilitas wisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, guna mendorong pertumbuhan sektor pariwisata nasional sekaligus memperkuat perekonomian lokal.

"Satu dengan SMBC, merupakan perusahaan terbesar untuk aircraft leasing di dunia. Ini jadi pertama untuk kita lakukan, untuk kita bisa tambah pintar mengenai aviation, dan kedua juga ini kita melakukan deal dengan Qatar Investment Authority. Ini pertama kali Qatar perang, tetap siap berinvestasi di Indonesia masuk ke Labuan Bajo," ujarnya.

Outlook Indonesia dipersembahkan oleh Komisi XI DPR RI bersama detikcom didukung oleh Danantara Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, Otoritas Jasa Keuangan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

(fdl/fdl)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest