UEA Tiba-tiba Cabut dari OPEC!

avatar
· 阅读量 141
UEA Tiba-tiba Cabut dari OPEC!
Foto: Zbynek Burival/Unsplash
Jakarta

Uni Emirat Arab (UEA) resmi menyatakan keluar dari keanggotaan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) mulai 1 Mei. Langkah ini diprediksi akan kembali memetakan kekuatan pasar minyak global dan melemahkan posisi Arab Saudi.

Mengutip dari CNBC International, Rabu (29/4/2026), keputusan ini juga diperkirakan dapat memberikan tekanan sentimen negatif terhadap harga minyak dalam jangka panjang. Pasalnya, UEA merupakan anggota OPEC yang paling berpengaruh setelah Arab Saudi.

Menurut Kepala Analisis Geopolitik Rystad Energy, Jorge León, UEA menjadi memegang kendali atas kapasitas produksi cadangan (spare capacity) dunia. Secara gabungan, Arab Saudi dan UEA menguasai mayoritas total kapasitas cadangan dunia yang mencapai lebih dari 4 juta barel per hari. Gabungan keduanya bisa digunakan untuk menstabilkan harga saat krisis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Trump Nggak Puas Proposal Iran soal Hormuz, Harga Minyak Melonjak

"Oleh karena itu, keluarnya UEA menghilangkan salah satu pilar utama yang menopang kemampuan OPEC dalam mengelola pasar," kata León.

ADVERTISEMENT

Keputusan UEA untuk keluar dari OPEC mulai 1 Mei ini disebut karena rentetan serangan rudal dan drone selama berminggu-minggu oleh Iran. Serangan Iran terhadap pengiriman di Selat Hormuz juga telah menghambat ekspor minyak dan mengancam pondasi ekonomi UEA.

Namun, UEA membantah hal tersebut. Menteri Energi Suhail Al Mazrouei mengatakan keluarnya UEA diatur sedemikian rupa untuk meminimalkan gangguan bagi sesama produsen dalam kelompok tersebut.

Ia menyebut pihaknya ingin memiliki kebebasan lebih dalam menentukan kebijakan produksi. UEA menargetkan kapasitas produksi hingga 5 juta barel per hari pada tahun 2027.

Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow menilai hengkangnya UEA dar OPEC disebut mulai tak nyaman dengan aksi beberapa anggota lain, seperti Irak dan Rusia (OPEC+), yang seringkali melanggar kuota produksi. Sementara UEA dipaksa patuh pada pemotongan produksi demi menjaga harga tetap tinggi.

"Ketika konflik antara AS dan Iran berakhir dan Selat Hormuz dibuka kembali, saya memperkirakan UEA akan memproduksi minyak sebanyak mungkin dengan memanfaatkan setiap kapasitas cadangan yang mereka miliki," ujar Lipow.

(acd/acd)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest