Dow Jones -1164.52 poin, S&P500 -165.17 poin dan Nasdaq -566.37 poin. Yield obligasi 10 tahun AS turun ke 2.878% didorong permintaan aset safe haven. Dow Jones dan S&P500 mencatatkan penurunan harian terbesar sejak Juni 2020. Dow Jones ditutup turun hampir 1200 poin. Nasdaq turun hampir 600 poin. Tekanan turun pada Wall Street dimulai dari laporan keuangan perusahaan retail Target yang jauh meleset dari perkiraan pasar dan meningkatkan kekhawatiran bahwa inflasi tinggi mulai menggerus tingkat pendapatan dan profitabilitas perusahaan. Sehari sebelumnya, laporan keuangan Walmart juga meleset dari perkiraan. CEO Goldman Sachs, David Solomon, menyebutkan ada 30% kemungkinan ekonomi AS akan masuk resesi dalam 12-24 bulan ke depan sebagai konsekuensi dari langkah Fed menaikkan suku bunga acuan dan pengurangan neraca keuangan Fed. Goldman Sachs juga memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2022 dari 4.5% menjadi 4%. Menteri keuangan AS, Janet Yellen, memperingatkan konflik Rusia-Ukraina dapat memicu terjadinya stagflasi pada ekonomi dunia. Kenaikan harga pangan dan energi diperkirakan akan menekan produksi dan tingkat belanja konsumen. Bank sentral Rusia dalam usaha untuk mempertahakan nilai tukar ruble, diberitakan memulai kembali aksi beli emas di pasar domestik setelah absen selama 2 tahun.
Tingkat inflasi UK mencapai level tertinggi dalam 40 tahun. Kenaikan harga pangan dan energi terus mendorong naik biaya hidup. Regulator energi UK sejak 1 April 2022 meningkatkan batas atas harga gas domestik sebanyak 54% dan masih mungkin untuk kembali menaikkan batas atas harga mengikuti kenaikan harga gas dunia. Kadin UK menyebutkan kemungkinan UK masuk resesi di Q3 2022 sangat besar dan berharap pemerintah UK membantu konsumen dengan membatalkan kenaikan pajak pendapatan dan memotong PPN gas dan energi.
Data inflasi UK dirilis +9.0% vs +9.1% perkiraan dan +7.0% sebelumnya. Data inflasi UE dirilis +7.4% vs +7.5% perkiraan dan +7.5% sebelumnya. Data pengajuan izin pem
Kurniawanzxz_
暂无评论,立马抢沙发