Sentimen Kebijakan Moneter AS Dorong Reli Emas dan Logam Mulia
Penguatan harga emas dan logam mulia terus berlanjut seiring meningkatnya sentimen kebijakan moneter Amerika Serikat. Selain faktor geopolitik, pasar merespons laporan CNBC yang menyebutkan Donald Trump berpeluang menunjuk Ketua The Federal Reserve baru pada awal 2026, menggantikan Jerome Powell yang dijadwalkan pensiun pada pertengahan tahun tersebut.
Pelaku pasar menilai, kepemimpinan The Fed berikutnya berpotensi lebih sejalan dengan dorongan penurunan suku bunga lanjutan. Ekspektasi tersebut mendorong minat investor terhadap aset lindung nilai. Sepanjang tahun ini, harga emas tercatat naik lebih dari 69 persen, menjadi kenaikan tahunan terbesar sejak 1979, didukung pembelian agresif bank sentral global, aliran dana safe haven, serta tren suku bunga rendah.
Kinerja positif juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak melonjak lebih dari 136 persen sepanjang 2025, dipicu defisit pasokan dan peningkatan permintaan, terutama dari India. Di sisi lain, pelemahan indeks dolar AS turut membuat harga logam mulia lebih terjangkau bagi pembeli global, menopang kenaikan harga platinum dan palladium.
#trading# #FlashNews# #GOLDTODAY# #traderoftheweek# #tradingskill#
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发