Asing Cermati Defisit APBN Yang Nyaris 3%, Rupiah Lanjut Tertekan!
Direktur PT Panin Asset Management, Rudiyanto memproyeksi Bank Indonesia masih akan menahan level suku bunga acuan 4,75% dalam RDG BI Januari 2026 mengingat kondisi nilai tukar Rupiah yang masih dalam tren pelemahan.
Menimbang kondisi ekonomi dan inflasi yang berada di 3%, BI masih berpeluang untuk memangkas BI Rate hingga ke level 4-4,25% di tahun 2026 atau turun sebanyak 1-2 kali lagi.
Namun demikian persoalan nilai tukar Rupiah yang masih dalam tekanan menjadi sentimen yang mempengaruhi kebijakan BI. Selain itu pengelolaan APBN yang cenderung agresif dengan defisit yang nyaris 3% membuat asing wait & see untuk kembali masuk, akibatnya saat Dolar AS melemah maka Rupiah tidak dapat memanfaatkan momentum untuk menguat.
Seperti apa market maker melihat arah kebijakan Rupiah? bagaimana dampaknya ke kebijakan suku bunga BI? Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Direktur PT Panin Asset Management, Rudiyanto dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Senin, 12/01/2026)
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

-THE END-