Defisit APBN 2025 Tertinggi Pasca Pandemi Covid-19
Tekanan defisit APBN 2025 yang melonjak tajam dipastikan tidak akan mengganggu sentimen investor. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pelebaran defisit justru menjadi strategi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di level 5,2%. Pemerintah menilai kebijakan fiskal ekspansif tetap aman, terutama bagi investor dan pemegang obligasi negara, selama digunakan untuk mendorong aktivitas ekonomi.
Realisasi defisit APBN 2025 tercatat mencapai Rp 695,1 triliun atau 2,92% PDB, melampaui target UU APBN 2025. Airlangga menyebut kondisi ini wajar, mengingat pendapatan negara hanya mencapai 91,7% dari target, sementara belanja negara tetap digenjot demi menciptakan lapangan kerja dan menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah pun menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan ekonomi tetap bergerak di tengah tantangan global.
LiaSwingSemarang
-THE END-